Indroyono Soesilo Terima Gelar Perekayasa Utama dari BPPT  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Menko Maritim dan Perikanan Prof. Dr. Indroyono Soesilo mendapat gelar Perekayasa Utama dari BPPT, 3 Agustus 2016. TEMPO/Bambang Harymurti

    Mantan Menko Maritim dan Perikanan Prof. Dr. Indroyono Soesilo mendapat gelar Perekayasa Utama dari BPPT, 3 Agustus 2016. TEMPO/Bambang Harymurti

    TEMPO.COJakarta - Mantan Menteri Koordinator Kemaritiman Indroyono Soesilo mendapat gelar Perekayasa Utama dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) pagi ini. Gelar tersebut diberikan BPPT kepada seseorang atas jasanya yang besar dalam dunia teknologi atau kerekayasaan (engineering) di Indonesia.

    Indroyono adalah seorang pakar pengindraan jarak jauh dan maritim. Penghargaan tersebut diberikan secara langsung oleh Kepala BPPT Unggul Priyanto. Dalam acara tersebut, hadir pula Presiden RI ketiga B.J. Habibie, Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Pariwisata Arief Yahya, dan ahli ekonomi Emil Salim.

    Indroyono, dalam pidato ilmiahnya, menyebutkan lautan Indonesia memiliki 8.500 jenis ikan. ”Atau terbanyak di dunia dengan potensi produksi 7 juta ton ikan per tahun," katanya di Jakarta, Rabu, 3 Agustus 2016.

    Berdasarkan peta terakhir, kata Indroyono, luas daratan Republik Indonesia 1,9 juta kilometer persegi. Negara ini juga memiliki laut teritorial seluas 3,1 juta kilometer persegi dan Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia seluas 2,7 juta kilometer persegi.

    Di wilayah laut yang luas itu, menurut Indroyono, juga terdapat kekayaan lain, seperti minyak bumi dan gas, yang potensinya diperkirakan 220 miliar barel. Selain itu, laut Indonesia menyimpan sumber daya alam lain, seperti rumput laut untuk makanan dan lumut laut, yang bisa diproses menjadi biosolar.

    Indroyono menuturkan semua potensi di laut itu hanya dapat bermanfaat apabila Indonesia dapat menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang maritim. "Tugas para perekayasa Indonesia adalah merealisasi cita-cita kemerdekaan ini," tuturnya.

    BAMBANG HARYMURTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.