Libur Panjang Diprediksi Picu Angka Inflasi Bangka Belitung

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • AP/Charleston Area Convention & Visitors Bureau

    AP/Charleston Area Convention & Visitors Bureau

    TEMPO.CO, Jakarta - Tekanan inflasi pada Mei 2016 di Bangka Belitung diperkirakan meningkat karena dipicu penyesuaian tarif angkutan udara ke batas atas seiring dengan libur panjang.

    Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Babel Bayu Martanto mengatakan pemicu lainnya adalah naiknya tarif listrik dan meningkatnya konsumsi jelang puasa Ramadan.

    “Namun demikian, dampak lanjutan penurunan harga BBM akan membatasi kenaikan harga lebih lanjut pada Mei 2016,” katanya dalam keterangan resmi yang diterima Bisnis, Jumat 6 Mei 2016.

    Dia mengatakan untuk mengendalikan inflasi di provinsi kepulauan itu, bank sentral terus berkoordinasi dengan pemerintah dan instansi terkait.

    Menurut Bayu, pada April lalu, setidaknya ada empat TPID yang melakukan rapat koordinasi yaitu TPID Prov.Kep.Bangka Belitung, TPID Kota Pangkalpinang, TPID Kabupaten Bangka Tengah dan TPID Kabupaten Belitung Timur.

    Dari hasil pertemuan itu, dia mengemukakan, terdapat sejumlah langkah yang bakal ditempuh TPID untuk pengendalian inflasi.

    Salah satunya, TPID mendorong peningkatan produksi komoditas pangan, pengendalian harga komoditas ikan-ikanan dan biaya pendidikan terutama menjelang lebaran dan tahun ajaran baru 2016.

    “Pengendalian harga komoditas ikan itu, misalnya dapat melalui optimalisasi Tempat Pelelangan Ikan (TPI),” katanya.

    Terkait biaya pendidikan, kata dia, bank sentral yang bergabung dengan TPID itu bakal melakukan koordinasi dengan pihak sekolah dalam menentukan timing dan besaran uang pendaftaran sekolah bagi siswa baru.

    Selain itu, TPID juga akan melakukan persiapan pelaksanaan operasi pasar dan pasar murah menjelang Ramadan. “Pemerintah juga dapat meningkatkan kualitas infrastruktur (jalan, jembatan dan pelabuhan) serta daya dukung armada transportasi (daratan dan lautan) secara berkelanjutan agar dapat menekan biaya distribusi,” katanya.

    Bahkan lanjut dia, pihaknya berupaya meningkatkan sosialisasi penggunaan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (www.hargababel.com) sebagai referensi harga pangan di tingkat konsumen.

    Indeks Harga Konsumen (IHK) Kepulauan Bangka Belitung pada April 2016 mencatat deflasi sebesar 0,85% (mtm). Deflasi IHK terutama disumbang oleh deflasi komponen barang yang diatur Pemerintah (administered prices) dan komponen bahan makanan bergejolak (volatile foods).

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Studi Ungkap Kecepatan Penyebaran Virus Corona Baru Bernama B117

    Varian baru virus corona B117 diketahui 43-90 persen lebih menular daripada varian awal virus corona penyebab Covid-19.