Pemerintah Tuding Pedagang Mainkan Harga Bawang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pedagang merapihkan bawang merah di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, 1 Februari 2016. Menurut Badan Pusat Statistuk Nasional inflasi Januari 2016 sebesar 0,51 persen, kelompok bahan makanan menjadi komponen pembentuk inflasi tertinggi pada Januari yaitu 2,2 persen. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    Pedagang merapihkan bawang merah di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, 1 Februari 2016. Menurut Badan Pusat Statistuk Nasional inflasi Januari 2016 sebesar 0,51 persen, kelompok bahan makanan menjadi komponen pembentuk inflasi tertinggi pada Januari yaitu 2,2 persen. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah menyatakan ada ketimpangan distribusi pada komoditas bawang merah yang menyebabkan harganya melonjak. Beberapa pedagang besar diduga sengaja menahan persediaan untuk mengeruk untung lebih.

    Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian, Sputnik Sujono Kamino mengatakan bahwa sebenarnya persediaan bawang hingga Juli 2016 aman. Bahkan, dia mengklaim produksinya saat ini mencapai 100 ribu ton per bulan. Angka itu melebihi rerata kebutuhan bulanan yang hanya 90 ribu ton. “Yang jelas antara produksi dan yang masuk pasar tak sesuai,” kata Sputnik usai melakukan rapat koordinasi di Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta, kemarin. “Ya namanya pedagang kan bisa ngatur. Barang ada, tapi sedikit ditahan.”

    Harga bawang merah yang melonjak menjadi perhatian serius Presiden Joko Widodo. Dia meminta agar harganya yang saat ini di kisaran Rp 40 ribu per kilogram, ditekan agar tak lebih dari Rp 25 ribu tiap kilogram. Perintah Jokowi langsung direspons oleh para menteri ekonomi dengan melakukan rapat koordinasi Jumat pekan lalu.

    Bahkan, akhir pekan lalu Jokowi dan beberapa menteri melakukan kunjungan langsung ke Brebes Jawa Tengah untuk memantau kondisi persediaan di sana. Setelah Jawa Tengah, rencananya, Rabu esok pemerintah akan melakukan peninjauan ke sentra bawang merah lain di daerah Malang, Jawa Timur.

    Pemerintah, kata Sputnik, akan segera mencari solusi untuk mengatasi harga bawang yang tak kunjung turun. Salah satu upaya yang akan dilakukan adalah dengan mencarikan persediaan bawang merah bagi Badan Urusan Logisitik. Persediaan yang dimiliki Bulog diharapkan bisa digunakan untuk menyeimbangkan harga di pasaran. “Yang jelas pemerintah akan melakukan intervensi, selain Bulog juga ada PT Bhanda Ghara Reksa.”

    Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Darmin Nasution tak memungkiri kemungkinan adanya pedagang yang menahan persediaan. “Namanya juga pedagang, kalau harga naik pasti dia melakukan sesuatu,” ujarnya. Namun, menurut dia, masalah kenaikan harga tak cuma disebabkan tata niaga. Faktor persediaan juga bisa menjadi pemicu terkereknya harga. Untuk itu, dia mengaku masih mencocokkan data persediaan milik Kementerian Pertanian dengan kondisi di lapangan. Hasilnya baru akan diketahui setelah melakukan kunjungan Rabu esok.

    Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha, Syarkawi Rauf menduga ada masalah pada distribusi bawang merah. Menurutnya, kenaikan harga bawang merah merupakan hal yang tak wajar karena persediaan dari petani tak pernah mengalami kekurangan. “Sejauh ini memang belum ada indikasi kartel, tapi kami menduga ada yang ingin memainkan harga. Biasanya pemain lama,” ujarnya.

    Menurut Syarkawi, layaknya bahan pokok lainnya, potensi praktek kartel pada komoditas bawang merah cukup besar. Untuk itu, mereka akan melakukan penelitian di lapangan untuk memastikan adanya dugaan kelompok tertentu yang sengaja menimbun persediaan. Hasil kajian KPPU ditargetkan bisa dipublikasi paling lambat dua pekan mendatang.

    Adapun Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Indonesia, Ngadiran mengatakan bahwa kenaikan harga bawang merah di pasaran tersebab minimnya pasokan. Padahal, menurutnya, persediaan dari petani cukup melimpah. Dia menduga ada pedagang besar yang sengaja menimbun stok untuk tujuan tertentu. “Jangan salahkan pedagang kecil di pasar. Yang bisa memainkan harga ya mereka yang punya duit dan gudang besar,” ujarnya. Untuk itu, dia meminta pemerintah turun tangan dengan menugaskan Bulog sebagai pengatur distribusi utama.

    FAIZ NASHRILLAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?