PLN Jamin Aliran Listrik Saat Asian Games 2018

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga melakukan isi ulang pulsa listrik di salah satu perumahan, Jakarta, 6 Januari 2016. PT PLN (Persero) berencana akan membebaskan biaya tambah daya listrik untuk pelanggan 450 dan 900 ke 1.300 Volt Ampere (VA) yang berlaku bagi pelanggan rumah tangga. ANTARA/M Agung Rajasa

    Warga melakukan isi ulang pulsa listrik di salah satu perumahan, Jakarta, 6 Januari 2016. PT PLN (Persero) berencana akan membebaskan biaya tambah daya listrik untuk pelanggan 450 dan 900 ke 1.300 Volt Ampere (VA) yang berlaku bagi pelanggan rumah tangga. ANTARA/M Agung Rajasa

    TEMPO.CO, Jakarta - PT PLN Wilayah Sumatra Selatan, Jambi dan Bengkulu (WS2JB) menjamin sistem kelistrikan di Kota Palembang lebih handal pada saat pelaksanaan Asian Games 2018 seiring persiapan yang tengah dilakukan perseroan.

    General Manajer PLN WS2JB Budi Pangestu mengatakan pihaknya saat ini sedang melakukan penambahan gardu induk di dekat lokasi penyelenggaraan Asian Games untuk mendukung kehandalan sistem kelistrikan itu.

    “Yang kami siapkan itu bagaimana meningkatkan kehandalannya karena untuk pasokan listrik dari kondisi sekarang saja sudah cukup,” katanya, Selasa (26 April 2016).

    Budi mengemukakan saat ini terdapat tiga gardu induk di sekitar wilayah Jakabaring Sport Center (JSC) yang menjadi pusat pelaksanaan event olahraga tingkat Asia itu. Saat ini, kata dia, PLN tengah menambah satu lagi gardu induk berkapasitas 60 MVA yang ditarget beroperasi September 2016.

    “Dengan begitu akan ada empat gardu induk yang mendukung suplai, gardu induk baru ini lebih dekat dengan lokasi Asian Games sehingga lebih efektif, tidak perlu melewati saluran udara lagi, terkena pohon dan lain sebagainya,” jelasnya.

    Budi mengatakan perusahaan telah menghitung kebutuhan listrik di Kawasan JSC sebetulnya hanya sekitar 20 MVA – 30 MVA. Sehingga, PLN optimistis persiapan yang telah dilakukan saat ini bakal menjamin ketersediaan dan kehandalan ketenagalistrikan di Kota Palembang.

    Bahkan, lanjut Budi, perseroan tak hanya memperkuat kelistrikan di venues Asian Games, melainkan juga lokasi-lokasi yang menjadi non venues saat momen berlangsung.

    Dia mengemukakan salah satu lokasi nonvenues yang menjadi perhatian PLN adalah hotel-hotel di Palembang.

    Menurut dia, terdapat 19 hotel yang telah didata perseroan terkait kesiapan ketenagalistrikan menyambut Asian Games. Perusahaan sendiri tidak ingin pasokan listrik di hotel yang menjadi akomodasi para peserta Asian Games itu bermasalah dan terjadi pemadaman.

    “Kami juga telah mendata kelistrikan di empat koridor nonvenues, seperti koridor I yang meliputi Bandara-Ampera-Jakabaring. Kami lakukan pembenahan eksisting,” katanya. Budi mengatakan pihaknya memproyeksi konsumsi listrik bakal meningkat sekitar 10% pada saat Asian Games di sejumlah tempat.

    “Saya perkirakan paling tidak naik 10% dari pemakaian normal namun kami siap jika ada peningkatan itu,” katanya. Berdasarkan catatan perusahaan, saat ini beban puncak di Kota Palembang mencapai 449 megawatt pada siang hari dan 505 MW pada malam hari.

    Adapun kapasitas gardu induk terpasang mencapai 701 MW. Total kapasitas itu sendiri berasal dari 7 gardu induk 70 kV dan sepuluh gardu induk berkapasitas 150 kV. Sementara kapasitas pembangkit terpasang sebesar 540,85 MW.

    Sementara itu Asisten II Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Setda Sumsel, Yohannes H. Toruan, mengatakan pihaknya mengapresiasi langkah PLN yang telah menyiapkan kehandalan listrik di Palembang.

    “Upaya PLN bagus, cepat tanggap. PLN memang harus proaktif untuk menyiapkan ketenagalistrikan di Palembang, bukan hanya untuk menyambut Asian Games,” katanya.
    Menurut dia, saat ini semua kota di Tanah Air sudah mengarah pada konsep smart city, termasuk Kota Palembang.

    Dengan demikian, kehandalan kelistrikan merupakan syarat utama untuk menuju smart city yang bakal diterapkan di Palembang. “Tidak mungkin kalau ketersediaan listrik di kota itu tidak mantap, bukan cuma soal kecukupan suplainya,” katanya.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.