Masalah Kapal Ikan, Menteri Retno Kirim Nota Protes ke Cina  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno LP Marsudi. TEMPO/Subekti.

    Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno LP Marsudi. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan telah mengirimkan nota protes terkait dengan sikap pemerintah Cina yang menahan kapal ikan Kway Fey 10078 milik mereka, saat akan disita pemerintah Indonesia. Nota ini diberikan pada Senin lalu, lewat kedutaan besar Cina di Indonesia.

    "Hari Senin, kami sudah memanggil kuasa usaha sementara Kedutaan Besar Cina di Jakarta dan kami sudah menyampaikan protes, disertai dengan nota protes, nota diplomatik," kata Retno saat ditemui di gedung Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Kamis, 24 Maret 2016.

    Saat ini, pemerintah Indonesia masih menunggu klarifikasi dari pemerintah Cina mengenai pemberian nota itu. Menurut dia, ada tiga poin dalam nota itu, yang pertama pelanggaran akan hak berdaulat dan yurisdiksi, serta melewati batas wilayah Zona Ekonomi Eksklusif dan landas kontinental.

    Baca Juga: Menteri Susi Beberkan Alasan Penembakan Kapal Taiwan

    Kedua, pelanggaran kapal cost guard Cina, dengan menghalangi upaya kapal Indonesia untuk menyita kapal Kway Fey. Kapal coast guard itu menabrakkan diri ke kapal Kway Fey dan menyulitkan kapal Hiu Indonesia menggiring kapal Kway Fey.

    Ketiga pelanggaran hak daulat teritorial air di Indonesia. Retno dan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, bersikukuh jika Cina telah melanggar ZEE Indonesia. Cina membela diri dengan menyatakan wilayah tempat mereka memancing masuk ke traditional fishing zone mereka.

    "Kami tidak mengenalnya dan berdasarkan apa maka terminologi itu ada. Dan inilah hal-hal yang kami mohonkan klarifikasi di dalam nota diplomatik yang kami berikan," kata Retno.

    Namun walau begitu, Retno menegaskan hubungan baik dengan Cina akan tetap dijaga. Pemerintah Cina diminta agar menghormati hukum laut internasional, seperti The United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS).

    EGI ADYATAMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.