Jawa Timur Surplus Listrik 2.600 MW  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kawasan PT. Pembangkitan Jawa Bali (PJB) PLTU Paiton di Jl. Raya Surabaya Situbondo KM. 141, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur, 17 Maret 2016. Pembangkit listrik berbahan bakar batu bara dengan kapasitas terpasang 2 x 400 MW tersebut dapat memproduksi listrik rata-rata sebesar 5.606,18 GWh per tahun. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    Kawasan PT. Pembangkitan Jawa Bali (PJB) PLTU Paiton di Jl. Raya Surabaya Situbondo KM. 141, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur, 17 Maret 2016. Pembangkit listrik berbahan bakar batu bara dengan kapasitas terpasang 2 x 400 MW tersebut dapat memproduksi listrik rata-rata sebesar 5.606,18 GWh per tahun. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    TEMPO.CO, Sidoarjo - PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) menyatakan pasokan listrik di wilayah Jawa Timur mengalami surplus sebesar 2.600 MW. Dengan kondisi ini, Jawa Timur diharapkan menjadi katalisator pembangunan ekonomi bagi daerah lain.

    Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Timur dan Bali PT PLN Amin Subekti mengatakan pasokan listrik di wilayahnya saat ini mencapai 8.600 MW. Sedangkan beban puncak 6.000 MW.

    "Artinya, Jawa Timur surplus lebih dari 2.000 MW," katanya di Sidoarjo, Rabu, 23 Maret 2016.

    Menurut Subekti, sumber listrik di Jawa Timur dipasok dari PLTU di Probolinggo, Tuban, Gresik, dan Pacitan. Dengan pasokan listrik berlebih, dia menambahkan, "Bila ada pembangkit yang bermasalah, pasokan itu nantinya bisa menggantikan."

    Di samping itu, surplus listrik bisa membuka peluang bagi industri. "Kalau industri mau berinvestasi, bisa mencari daerah yang wilayah pasokan listriknya lebih, seperti Pasuruan, Sidoarjo, dan Gresik."

    Subekti menambahkan, dalam kondisi surplus listrik, PLN memperkuat sistem jaringan transmisi atau penguatan gardu induk. Hal itu dilakukan supaya sistem jaringan listrik semakin kuat.

    Di Sidoarjo, Subekti meresmikan Gardu Induk (GI) Sambikerep berkapasitas 2 x 60 MVA, GI Porong Baru 60 MVA, dan up rating GI Bulukandang dari 30 MVA menjadi 60 MVA. Penambahan GI diharapkan meningkatkan dan menambah pasokan listrik di wilayah Surabaya dan Sidoarjo.

    NUR HADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.