Wall Street Melemah karena Penerbangan Terpukul Bom Brussels

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • REUTERS/Lucas Jackson

    REUTERS/Lucas Jackson

    TEMPO.CO, Jakarta - Saham-saham di Wall Street berakhir turun pada Selasa (Rabu pagi WIB, 23 Maret 2016), karena saham-saham maskapai penerbangan dan perusahaan perjalanan terpukul, menyusul pengeboman mematikan di Belgia yang memaksa penutupan Bandara Brussels.

    Pada penutupan, indeks Dow Jones Industrial Average turun 41,30 poin (0,23 persen) menjadi 17.582,57. Indeks berbasis luas S&P 500 merosot 1,80 poin (0,09 persen) menjadi 2,049.80, sedangkan indeks komposit teknologi Nasdaq bertambah 12,79 poin (0,27 persen) menjadi 4.821,66.

    Pengeboman di kereta bawah tanah Brussels dan Bandara Zaventem di luar ibu kota Belgia diklaim oleh kelompok ISIS. Tragedi ini mengakibatkan sekitar 35 orang tewas dan puluhan lainnya terluka.

    "Mengingat keadaan pasar ekuitas bertahan cukup baik," kata Jack Ablin dari BMO Private Bank. "Investor menjadi agak terbiasa dengan serangan-serangan teroris," tuturnya.

    Saham-saham agen perjalanan utama terpukul dengan Priceline kehilangan 2,3 persen, Expedia merosot 1,7 persen, dan TripAdvisor jatuh 2,5 persen.

    Maskapai penerbangan Amerika Serikat dan Eropa juga jatuh dengan American Airlines kehilangan 1,6 persen, United turun 1,1 persen, dan Delta berkurang 1,4 persen.

    Nasdaq mendapat dukungan dari saham-saham biotek dengan Amgen bertambah 2,5 persen dan produsen obat Abbvie meningkat 2,7 persen.

    Di antara saham-saham unggulan Dow, Pfizer memimpin dengan kenaikan 1,0 persen, sementara Goldman Sachs mencatat penurunan terbesar 2,1 persen, demikian laporan AFP.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rencana dan Anggaran Pemindahan Ibu Kota, Ada Tiga Warga Asing

    Proyek pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur dieksekusi secara bertahap mulai 2020. Ada tiga warga asing, termasuk Tony Blair, yang terlibat.