Bappenas: Semua Kegiatan Investasi Mengarah ke Ekonomi Hijau  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri ESDM, Sudirman Said (kiri) berbincang dengan Menteri PPN/Kepala Bappenas Sofyan Djalil dalam Sidang DEN ke-16 di Banda Aceh, Aceh, 12 Desember 2015. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

    Menteri ESDM, Sudirman Said (kiri) berbincang dengan Menteri PPN/Kepala Bappenas Sofyan Djalil dalam Sidang DEN ke-16 di Banda Aceh, Aceh, 12 Desember 2015. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

    TEMPO.COJakarta - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional atau Bappenas mengimbau semua kegiatan investasi baru mengarah ke ekonomi hijau atau kegiatan ekonomi yang memperhatikan persoalan lingkungan.

    Deputi Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Alam Bappenas Endah Murniningtyas mengatakan kegiatan ekonomi baru, seperti industri dan transportasi, termasuk kegiatan pembangunan infrastruktur oleh pemerintah, akan memperhatikan aspek lingkungan sebagai solusi pembangunan ekonomi berkelanjutan.

    “Jadi memasukkan unsur-unsur ramah lingkungan dan keberlanjutan di setiap kegiatan ekonomi baru, seperti industri dan transportasi. Kalau di transportasi, penggunaan bensin oktan itu tinggi, jadi harus beralih ke gas,” katanya di Jakarta, Senin, 21 Maret 2016.

    Endah mengatakan pemerintah tengah memperkenalkan konsep green economy ini ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang tersebar.

    Pemerintah juga telah membangun Terminal Teluk Lamong, Surabaya, sebagai pelabuhan modern berwawasan lingkungan yang sejak awal dirancang ramah lingkungan. Pelabuhan itu dibangun dengan daya listrik yang berasal dari gas dan hanya truk berbahan gas yang bisa beraktivitas di lingkungan pelabuhan.

    “Kalau green, sumber daya yang tak bisa diperbarui harus dihemat, dipakai seefisien mungkin dan sebersih mungkin. Kita memang memakai itu, tapi jangan merugikan hal lain seperti kehidupan,” katanya.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?