IHSG BEI Senin Ditutup Turun 19,30 Poin ke Posisi 4.831,57

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Siluet seorang pengunjung dengan latar monitor pergerakan IHSG di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 13 November 2015. ANTARA/Rosa Panggabean

    Siluet seorang pengunjung dengan latar monitor pergerakan IHSG di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 13 November 2015. ANTARA/Rosa Panggabean

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin ditutup turun sebesar 19,30 poin atau 0,39 persen menjadi 4.831,57.

    Sementara kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 bergerak melemah 6,02 poin (0,71 persen) menjadi 842,59.

    "Setelah indeks BEI mengalami penguatan sekitar 2,49 persen pada pekan lalu, koreksi IHSG pada awal pekan ini (7 Maret 2016) masih dinilai wajar," kata Analis Asjaya Indosurya Securities William Surya wijaya di Jakarta.

    Ia menambahkan bahwa potensi penguatan indeks BEI masih terbuka seiring dengan perkembangan harga komoditas minyak yang berada dalam tren penguatan. Terpantau, harga minyak mentah jenis WTI Crude pada Senin sore ini, berada di level 36,40 dolar AS per barel. Sementara minyak mentah jenis Brent Crude di posisi 39,17 dolar AS per barel.

    Selain itu, lanjut dia, potensi penguatan IHSG juga akan didukung oleh kestabilan perekonomian domestik seiring dengan terapresiasinya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

    Ia menambahkan bahwa data perekonomian Indonesia mengenai cadangan devisa yang meningkat juga akan menjadi sentimen positif bagi indeks BEI ke depan. Bank Indonesia mencatat jumlah cadangan devisa Februari 2016 mencapai 104,5 miliar dolar AS atau naik 2,34 persen dibanding posisi Januari 2016 sebesar 102,1 miliar dolar AS.

    Analis Investa Saran Mandiri Kiswoyo Adi Joe menambahkan bahwa indeks BEI mengalami pelemahan jangka pendek dikarenakan dana pemodal asing yang masuk ke dalam negeri, terutama ke pasar saham masih cukup deras, mengindikasikan prospek ekonomi domestik ke depannya membaik.

    Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, pelaku pasar saham asing membukukan beli bersih atau foreign net buy sebesar Rp501,998 miliar pada perdagangan saham Senin.

    "Diproyeksikan, IHSG sepekan ke depan masih berpeluang konsolidasi menguat di kisaran 4.800-4.900 poin," katanya.

    Sementara itu, tercatat frekuensi saham di BEI mencapai 294.798 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 5,23 miliar lembar saham senilai Rp5,50 triliun.

    Bursa regional, di antaranya indeks Hang Seng turun 16,98 poin (0,08 persen) ke level 20.159,72, dan indeks Nikkei melemah 103,46 poin (0,61 persen) ke level 16.911,32, Straits Times melemah 13,49 poin (0,48 persen) ke posisi 2.823,51.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.