Rebound Harga Minyak Dorong Saham Wall Street Menguat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • REUTERS/Lucas Jackson

    REUTERS/Lucas Jackson

    TEMPO.CO, Jakarta - Saham-saham di Wall Street berayun lebih tinggi pada Rabu (Kamis pagi WIB, 25 Februari 2016), di tengah spekulasi bahwa Tiongkok akan menambah stimulus untuk meningkatkan perekonomian yang melambat dan karena harga minyak "rebound" dari penurunan tajam.

    Indeks Dow Jones Industrial Average naik 53,21 poin (0,32 persen) menjadi berakhir di 16.484,99.

    Pasar lebih luas S&P 500 menguat 8,53 poin (0,44 persen) menjadi ditutup pada 1.929,80, sedangkan indeks komposit Nasdaq naik lebih kuat, meningkat 39,02 poin (0,87 persen) menjadi 4.542,61.

    "Saham-saham lebih rendah di paruh pertama hari perdagangan dan kemudian kembali membaik. Ada banyak pembicaraan tentang kemungkinan stimulus tambahan Tiongkok. Apakah cerita itu benar atau tidak, saya tidak tahu, tapi jika tidak pasar akan mundur kembali dalam sehari atau dua hari," kata Mace Blicksilver dari Marblehead Asset Management.

    Harga minyak stabil, dengan kedua kontrak AS dan Brent ditutup lebih tinggi menyusul kerugian lebih dari empat persen pada Selasa lalu.

    Sebuah laporan minyak AS yang bervariasi menunjukkan persediaan minyak mentah komersial naik pada minggu lalu, tapi stok bensin jatuh lebih besar dari yang diperkirakan.

    Saham-saham yang berhubungan dengan energi berbalik lebih tinggi, dengan anggota Dow, ExxonMobil dan Chevron kedua naik 0,4 persen.

    JPMorgan membalikkan kerugian curam menjadi berakhir datar, sedangkan Bank of America dan Citigroup merosot 0,3 persen.

    Caterpillar mencatat kenaikan tipis 0,2 persen. Boeing mengupas kerugian menjadi turun 1,1 persen, dan General Electric menyusut 0,9 persen.

    Chesapeake Energy mencatat keuntungan 22,8 persen. Perusahaan melaporkan kerugian bersih kuartal keempat sebesar 22 miliar dolar AS dan kerugian 2015 sebesar 14,9 miliar dolar AS, serta mengatakan bahwa akan belanja modal tahun ini sebesar 57 persen dari tingkat tahun lalu.

    General Motors turun 1,8 persen setelah Morgan Stanley menilai produsen mobil AS terbesar itu "underweight" dan menetapkan target saham 26 dolar AS.

    Ford, produsen mobil AS nomor dua, kehilangan 2,7 persen. Credit Suisse menurunkan peringkatnya menjadi "underperform" karena perusahaan pialang itu "percaya bahwa volume mobil telah mencapai puncak di Amerika Serikat, yang bisa berarti memburuknya harga/margin atau volume," kata Chris Lange dari 24/7 Wall St.

    Pengecer material perbaikan rumah Lowe naik 1,1 persen setelah melaporkan laba kuartal keempat yang kuat dan peningkatan 5,6 persen dalam penjualannya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.