Iuran BPJS Kesehatan, Perusahaan Bisa Bayar Langsung 1 Tahun

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dirut BPJS Kesehatan Fahmi Idris (kanan) bersama Senior EVP Transaction Banking Bank Mandiri Rico Usthavia Frans (kiri) dan Direktur Corporate Affair Alfamart Solihin (tengah) melakukan pembayaran iuran BPJS Kesehatan kerjasama Bank Mandiri dengan Alfamart  ketika peluncuran di Gerai Alfamart Kawasan Cempaka Putih, Jakarta, 14 Desember 2015. ANTARA FOTO

    Dirut BPJS Kesehatan Fahmi Idris (kanan) bersama Senior EVP Transaction Banking Bank Mandiri Rico Usthavia Frans (kiri) dan Direktur Corporate Affair Alfamart Solihin (tengah) melakukan pembayaran iuran BPJS Kesehatan kerjasama Bank Mandiri dengan Alfamart ketika peluncuran di Gerai Alfamart Kawasan Cempaka Putih, Jakarta, 14 Desember 2015. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - BPJS Kesehatan memberi pilihan kepada badan usaha untuk melakukan pembayaran iuran satu tahun secara sekaligus.

    Hal itu tertuang dalam Peraturan BPJS Kesehatan No. 1/2016 tentang Tata Cara Pendaftaran, Penagihan, Pembayaran dan Pelaporan Iuran secara Online bagi Peserta Pekerja Penerima Upah dari Badan Usaha Baru dalam Rangka Kemudahan Berusaha.

    Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris menjelaskan, selama ini proses pembayaran secara sekaligus belum ada.

    Namun, untuk memudahkan badan usaha, dia menyatakan pihaknya menawarkan pilihan pembayaran tersebut.

    “Pembayaran iuran BPJS Kesehatan akan dimungkinkan 1 kali dalam setahun, di muka. Jadi, tidak perlu tiap bulan ke bank untuk membayarkannya,” ujarnya di sela-sela sosialisasi peraturan tersebut, Rabu (24 Februari 2016).

    Fachmi menjelaskan, jika nantinya ada perubahan jumlah karyawan pada badan usaha tertentu yang telah melakukan pembayaran iuran sekaligus, maka nilai pembayaran itu akan disesuaikan.

    “Kalau ada pertambahan karyawan baru, misalnya, akan direkonsiliasi jumlahnya.”

    Fachmi menambahkan saat ini pelaporan iuran dapat diperoleh melalui email dan aplikasi online.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.