Musim Hujan Singkat, Ini Yang Harus Dilakukan Petani

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi petani/sawah/padi. ANTARA/Abriawan Abhe

    Ilustrasi petani/sawah/padi. ANTARA/Abriawan Abhe

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Pusat Perubahan Iklim dan Kualitas Udara Badan Meteorologi dan Geofisika Dodo Gunawan mengatakan musim hujan yang cukup singkat di tahun 2016 perlu diwaspadai. Puncak musim hujan diperkirakan akan terjadi pada  Februari ini. Padahal di sejumlah wilayah pada  Mei sudah memasuki musim kemarau.

    Menurut Dodo, awal musim hujan tahun ini sudah bergeser. Bergesernya awal musim hujan ini juga turut mempengaruhi mundurnya musim tanam. "Musim tanam bergeser, jadi musim panen juga jadi bergeser," kata Dodo di Jakarta, Senin, 1 Februari 2016.

    Menurut Dodo, saat ini hujan sudah merata di banyak wilayah di Indonesia. Di beberapa wilayah, petani  juga sudah mulai menanam padinya. Penanaman menurut pengamatan di lapangan ada yang sudah seminggu hingga sepuluh tahun.

    Baca: Minyak Goreng Curah Dilarang, Apa Dampaknya ke Pedagang?

    Apabila melihat kecenderungan Indonesia yang baru mengalami musim hujan pada sekitar  Mei, musim hujan memang terbilang singkat jaraknya. Menurut Dodo di beberapa wilayah pada April sudah mengalami penurunan hujan.

    Namun, menurut Dodo musim hujan yang singkat ini masih aman. Hal ini mengingat masa tanam yang sudah dilakukan sejak saat ini. "Saya kira aman karena padi sudah di hamparan semua selama sebulan akan terairi dengan baik jadi di akhir Maret meski hujan turun mungkin sudah aman, yang kritis sekarang."

    Tetapi, Dodo mengungkapkan petani perlu mengantisipasi hal ini. Intensitas curah hujan tidak sama di semua wilayah. Ada daerah yang sudah mengalami kemarau sejak  Mei, tetapi ada juga yang hanya mengalami penurunan intensitas. Ini menurut Dodo perlu diwaspadai.

    MAWARDAH NUR HANIFIYANI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.