Minyak Dunia Terdepresiasi, 1.500 Karyawan Cevron Dipecat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Chevron. REUTERS/Mike Blake

    Chevron. REUTERS/Mike Blake

    TEMPO.CO, Jakarta - Chevron menampik kabar yang beredar terkait rencana perusahaan tersebut melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) dalam rangka efisiensi di tengah depresiasi tajam harga minyak dunia.

    Senior Vice President Strategic Business Support Chevron Pacific Indonesia Yanto Sianipar memastikan pihaknya takkan merumahkan pekerjanya.

    “Tidak betul Chevron merumahkan pegawainya. Chevron menjalankan sebuah inisiatif guna mengidentifikasi peluang-peluang peningkatan kinerja bisinis,” tuturnya pada Bisnis.com, Selasa (19 Januari 2016).

    Sebelumnya, perusahaan tersebut dikabarkan berencana melakukan PHK terhadap 1.500 karyawannya. Hal itu ditengarai oleh anjloknya harga minyak dunia yang begitu dalam, dari kisaran di atas US$100/barel menjadi di bawah US$30/barel.

    Menurutnya, alih-alih merumahkan karyawan, perseroan menerapkan model bisnis dan operasional yang diklaim lebih fleksibel dan kompetitif. Sementara itu, saat dimintai konfirmasi, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) pun mengatakan pihaknya belum menerima laporan rencana PHK dari perusahaan tersebut.

    Direktur Pencegahan dan Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial Kemenaker Sahat Sinurat mengatakan pihaknya bahkan belum mendengar rencana itu. “Kita belum dapat informasi. Sebenarnya harus melaporkan ke Disnaker,” katanya.

    Sahat menuturkan, sebelum melakukan PHK, perusahaan harus merundingkannya dengan serikat pekerja. Jika perundingan tersebut tidak mencapai kata mufakat maka hal tersebut seharusnya dibawa ke instansi ketenagakerjaan setempat untuk dapat dimediasi.

    BISNIS


  • PHK
  •  

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.