Pekanbaru Gencarkan Penggunaan Label dan Merek Lokal

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengrajin kelom geulis modifikasi di Cibeusi, Jatinangor, Sumedang, Rabu (17/2). Produksi kerajinan Cibeusi melorot antara 50% sampai 70%, pasar ekspor tersaingi produk Thailand dan Vietnam, untuk lokal tersaingi Bali. TEMPO/Prima Mulia

    Pengrajin kelom geulis modifikasi di Cibeusi, Jatinangor, Sumedang, Rabu (17/2). Produksi kerajinan Cibeusi melorot antara 50% sampai 70%, pasar ekspor tersaingi produk Thailand dan Vietnam, untuk lokal tersaingi Bali. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Kota Pekanbaru terus meningkatkan kualitas produk dan jasa daerah setempat untuk menghadapi tantangan serta peluang pasar bebas terkait diberlakukannya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

    Wali Kota Pekanbaru Firdaus mendorong pelaku usaha kecil agar berani memasang label barang sesuai daerahnya untuk meningkatkan kecintaan pada produk dalam negeri.

    "Pelaku usaha harus berani punya label atau merek sendiri. Misalnya ada produk dari Bangkinang, ya tulis Bangkinang pada kemasannya. Jika selama ini pengusaha kecil menamakan nanas Pekanbaru, padahal nanas Kampar. Jadinya di luar orang tahu nanas Pekanbaru, bukan Kampar," katanya, Rabu (13 Januari 2016).

    Karena itu, pemkot mengajak masyarakat pelaku usaha untuk lebih percaya diri mencantumkan daerah asli di mana produk tersebut dihasilkan. Di samping itu, juga terbuka peluang bagi daerah-daerah di luar Pekanbaru untuk lebih dikenal, tidak hanya oleh pelaku MEA dalam negeri saja tetapi juga dari negara ASEAN lainnya.

    Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Koperasi UMKM Pekanbaru Ingot Ahmad Hutasuhut mengatakan pihaknya dapat membantu untuk mengurus paten produk.

    "UMKM yang mau membuat paten, bisa daftarkan langsung ke Dinas Koperasi Pekanbaru atau Dinas Perindustrian dan Perdagangan. Kami sudah bersinergi untuk mengurus Hak Asasi Kekayaan Intelektual (HAKI) produk barang dan jasa," katanya.

    Adapun untuk menghadapi pasar bebas MEA, pemkot telah melakukan beberapa program peningkatan kualitas produk dan kemasan. Selain itu juga menggandeng pengelola pusat belanja untuk meningkatkan jangkauan pasar produk UMKM setempat.

     

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.