Penumpang Commuter Line Naik, KAI Dapat Miliaran Rupiah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sinterklas memberikan cenderamata kepada penumpang saat perayaan Natal di dalam Commuterline jurusan Jakarta Kota-Depok di Jakarta, 25 Desember 2015. ANTARA FOTO

    Sinterklas memberikan cenderamata kepada penumpang saat perayaan Natal di dalam Commuterline jurusan Jakarta Kota-Depok di Jakarta, 25 Desember 2015. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Bandung - Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia Edi Sukmoro mengatakan, sebagian besar dana subisidi penumpang dari pemerintah atau Public Service Obligation (PSO) untuk kereta komuter. “PSO ini sebagain besarnya tersedot ke KRL Jabodetabek. Kalau dulu dapat Rp 800 miliar, tahun 2016 dia akan nyedot Rp 1,1 triliun,” kata Edi di Bandung, Rabu, 30 Desember 2016.

    Tahun depan PT Kereta Api memperoleh PSO dari APBN 2016 sebesar Rp 1,827 triliun. Jumlah ini naik dibandingkan PSO yang diterima tahun 2015 sebesar Rp 1,5 triliun. Perinciannya Rp 1,1 triliun untuk KRL Jabodetabek, kereta ekonomi jarak jauh Rp 105,76 miliar, jarak sedang Rp 133,5 miliar, kereta jarak dekat Rp 409 miliar, KRD ekonomi Rp 62,5 miliar, serta kereta Lebaran Rp 1,46 triliun.

    Edi mengatakan, PSO tersedot untuk mensubsidi penumpang KRL Jabodetabek karena jumlah penumpangnya melonjak. “Penumpang Commuter-Line dua tahun lalu hanya 500 ribu (setahun), sekarang sudah 850 ribu. Sudah tinggi sekali,” kata dia.

    Menurut Edi, penentuan kereta yang mendapat PSO juga diputuskan Direktorat Jenderal Perkeretaapian. Sebagian kereta yang sebelumnya mendapat jatah PSO, tahun ini ada yang dicabut. “Ada juga yang tadinya tidak dapat, jadi dapat,” kata dia.

    Edi mengatakan, ada lima kereta yang tahun ini tidak mendapat PSO. Namun, penyesuaian tarifnya baru berlaku mulai 1 April 2016. Lima kereta itu adalah Kereta Kertajaya (Pasar Senen - Surabaya Pasar Turi), Kereta Kutojaya Utara (Pasar Senen - Cirebon - Kutoarjo), Kereta Progo (Lempuyangan - Pasar Senen), Kereta Tawang Jaya (Semarang Poncol - Pasar Senen), serta Kereta Tegal Arum (Tegal - Pasar Senen). “Yang tidak menerima PSO jadi full-komersial. Tapi tarifnya ada batas atas dan batas bawah yang ditentukan Dirjen Kereta Api,” kata dia.

    Sementara itu, ada enam kereta yang tadinya tidak mendapat PSO, tahun ini diputuskan menerimanya sehingga mengalami penurunan tarif. Empat kereta  yang  mengalami penurunan tarif per 1 Januari 2016 adalah Kereta Probowangi (Surabaya Gubeng-Problolinggo) dari Rp 40 ribu jadi Rp 32 ribu, Kereta Rangkas Jaya (Rangkasbitung-Tanahabang) dari Rp 15 ribu jadi Rp 5 ribu, Kereta Srilelawangsa (Medan-Binjai) dari Rp 10 ribu jadi Rp 5 ribu, Kereta Kedung Sepur (Semarang Poncol-Ngrombo) dari Rp 25 ribu menjadi Rp 10 ribu.

    Dua kereta sisanya mengalami penurunan tarif mulai 1 April 2016. Yakni Kereta Tegal Ekspres (Tegal-Pasarsenen) dari Rp 60 ribu sampai Rp 75 ribu menjadi Rp 50 ribu, lalu Kereta Maharani (Surabaya Pasar Turi-Semarang Poncol) dari Rp 75 ribu sampai Rp 90 ribu menjadi Rp 50 ribu.

    Sejumlah kereta yang menerima PSO juga mengalami perubahan tarif terhitung 1 Januari 2016. Yakni Kereta Ekonomi Lokal Cibatuan (Rp 6 ribu jadi Rp 8 ribu), Kereta Sibinuang (Rp 4 ribu jadi Rp 5 ribu), Pangrango Ekonomi (RP 10 ribu jadi Rp 3 ribu), KRD Lokal Sidoarjo-Surabaya Pasar Turi (Rp 5 ribu jadi Rp 6 ribu), KRD Lokal Surabaya Pasar Turi-Brojonegoro (Rp 5 ribu jadi Rp 6 ribu), KRD Lokal Sidoarjo-Bojonegoro (Rp 10 ribu jadi Rp 12 ribu), lalu Komuter Surabaya Pasar Turi-Lamongan (Rp 4 ribu jadi Rp 5 ribu).

    AHMAD FIKRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.