Libur Natal dan Tahun Baru, Penerbangan Naik 10 Persen  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • REUTERS/Alex Domanski

    REUTERS/Alex Domanski

    TEMPO.CO, Sidoarjo - Menteri Perhubungan Ignasius Jonan mengatakan jumlah penerbangan pada libur Natal dan tahun baru kali ini mengalami peningkatan sekitar 10 persen dibanding tahun lalu.

    "Sekitar 10 persen dari tahun lalu dengan periode yang sama, yakni Natal dan tahun baru," kata Jonan saat inspeksi mendadak di Bandar Udara Internasional Juanda Surabaya di Sidoarjo, Sabtu, 26 Desember 2015.

    Menurut Jonan, peningkatan sebesar 10 persen itu terjadi lantaran bandar udara dan maskapai penerbangan bisa lebih banyak melayani penumpang. "Juga daya beli orang meningkat," ujarnya.

    Namun Jonan belum bisa memperkirakan apakah peningkatan juga terjadi pada angkutan darat. "Kenaikan itu lebih banyak di udara karena kalau transportasi darat khususnya angkutan pribadi kita tidak bisa memperkirakan," ujarnya.

    Jonan menambahkan, puncak arus libur Natal dan tahun baru di semua bandar udara terjadi pada 23 Januari lalu. Kedatangan terbanyak ada di Bandar Udara Internasional Ngurah Rai, Denpasar, Bali. "Sebaliknya untuk 30 Desember 2015 sampai 3 Januari 2016 pasti kedatangan terbanyak ada di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta dan Halim Perdanakusuma," katanya.

    Khusus jumlah penerbangan di Bandar Udara Internasional Juanda Surabaya, menurut Jonan, masih standar. "Sama dari tahun ke tahun. Pergi banyak, datang juga banyak," ujarnya.

    NUR HADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.