The Fed Naikkan Suku Bunga, Ini Kata Jusuf Kalla  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla, memberikan keterangan kepada awak media seusai melakukan pertemuan tertutup dengan sejumlah petinggi grup Bank Dunia, di kantor Wakil Presiden, Jakarta, 12 November 2015. TEMPO/Imam Sukamto

    Wakil Presiden Jusuf Kalla, memberikan keterangan kepada awak media seusai melakukan pertemuan tertutup dengan sejumlah petinggi grup Bank Dunia, di kantor Wakil Presiden, Jakarta, 12 November 2015. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.COJakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan kenaikan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Fed Rate) tidak berdampak signifikan terhadap keadaan finansial Indonesia. Dia mengatakan Indonesia masih bisa mengimbangi kenaikan suku bunga tersebut.

    Kalla membandingkan dengan dampak kenaikan Fed Rate terhadap keadaan finansial di Amerika Serikat dan Jepang. "Kita, kan, pengaruhnya kecil. Kalau di Amerika dan Jepang, pengaruhnya besar karena mereka punya bunga 0,25 persen,” tuturnya di Istana Wakil Presiden, Kamis, 17 Desember 2015.

    Jadi, menurut Kalla, kalau Fed Rate naik 0,25 persen, suku bunga bank di kedua negara itu bisa jadi naik 100 persen. "Tapi, di Indonesia, BI Rate 7,5 persen. Jadi mereka (The Fed) mau naikkan 0,25 persen, artinya kecil sekali."

    Kalla menjelaskan, Indonesia tak perlu khawatir para investor itu akan hengkang dan memilih menanamkan modal di Amerika. "Kalau portofolio mau kembali (ke Indonesia), tidak ada pengaruhnya,” katanya. Sebaliknya, kata Kalla, Indonesia akan terpengaruh kalau investasi asing langsung (FDI) atau investasi riil terimbas. “Margin investasi riil tinggi, bisa sampai 10 persen. Dibandingkan 0,25 persen, kan, kecil."

    Meski begitu, Kalla tetap meminta Bank Indonesia menurunkan suku bunga acuannya. "Lihat dari sisi sektor riil di Indonesia, bahwa Indonesia butuh investasi industri manufaktur dan sebagainya. Tidak mungkin industri berkembang kalau bunga tinggi,” katanya. “Tidak ada negara maju apabila hanya dilihat dari sektor keuangan. Dilihat sektor riilnya juga."

    Sebelumnya, bank sentral Amerika Serikat atau The Fed akhirnya menaikkan suku bunga acuannya untuk pertama kali sejak hampir satu dekade lalu. Komite pengatur kebijakan The Fed menaikkan kisaran suku bunga acuannya sebesar seperempat poin menjadi 0,25-0,5 persen pada Rabu siang waktu setempat atau Kamis dinihari, 17 Desember 2015.

    REZA ADITYA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menimbun Kalori Kue Lebaran, seperti Nastar dan Kastengel

    Dua kue favorit masyarakat Indonesia saat lebaran adalah nastar dan kastangel. Waspada, dua kue itu punya tinggi kalori. Bagaimana kue-kue lain?