Panen Perdana, Rambutan Super Dibanderol Rp 25 Ribu Per Ikat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pedagang menyiram rambutan macan dagangannya di  Mataram, Nusa Tenggara Barat (19/12). Rambutan tersebut dijual seharga 7 ribu rupiah/kg. ANTARA/Ahmad Subaidi

    Seorang pedagang menyiram rambutan macan dagangannya di Mataram, Nusa Tenggara Barat (19/12). Rambutan tersebut dijual seharga 7 ribu rupiah/kg. ANTARA/Ahmad Subaidi

    TEMPO.CO, Subang - Panen perdana buah rambutan di sejumlah sentra kebun rambutan di Subang, Jawa Barat, masih didominasi jenis rambutan jarah atau kualitas rendah. Ada pula jenis rambutan kualitas super, tapi masih jarang dan harganya pun sangat mahal.

    "Buah rambutan jarah kami lempar ke bandar luar daerah Rp 7.000 per gedeng (dua ikat)," kata salah seorang pengepul rambutan di sentra Dawuan, Ujang Raswin, kepada Tempo, Sabtu, 28 November 2015.

    Harga rambutan kualitas super, semisal jenis Aceh Lebak, karena stoknya masih terbilang langka, sangat tinggi. "Kami jual eceran Rp 25 ribu per gedeng," ujarnya.

    Menurut dia, produksi rambutan jarah pun belum memasuki masa panen raya. Sehari, maksimal bisa didapat 70-100 gedeng. Tengkulak yang memborongnya kebanyakan datang dari Jakarta dan Tengerang.

    Ujang mengungkapkan, masa panen rambutan pada tahun ini lebih cepat daripada biasanya. "Tahun ini, medio November sudah ada yang panen. Padahal, biasanya, panen rambutan selalu terjadi pada akhir Desember," tuturnya.

    Dia memprediksi, panen raya rambutan kualitas super Aceh Lebak dan Binjai di sentra rambutan Dawuan, Kalijati, Purwadadi, Cipeundeuy, Cikaum, Pagaden Barat, dan Subang akan terjadi pada medio Januari-Februari.

    Hanya, saat itu harganya tidak akan “menggembirakan” para petani seperti saat ini. Sebab, masa itu berbarengan dengan puncak musim hujan. "Kualitas buah rambutannya jadi menurun alias kurang manis dan berair serta cepat membusuk. Akibatnya, harga jualnya pun dipastikan jadi murah," katanya.

    Seorang petani rambutan asal Dawuan, Karmun, mengiyakannya. Padahal pohon rambutan tahun ini lebih lebat daripada tahun lalu. "Kami sih berharap, meski diterpa musim hujan, harga buah rambutan tidak jeblok supaya kami tidak merugi," ujarnya.

    NANANG SUTISNA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.