Hadapi Masyarakat Ekonomi Asean, Kemenkop akan Kawal UKM  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga berbincang dengan sejumlah pedagang ketika melakukan kunjungan ke Pasar Santa, Jakarta, 1 November 2014. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga berbincang dengan sejumlah pedagang ketika melakukan kunjungan ke Pasar Santa, Jakarta, 1 November 2014. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.COJakarta - Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga mengatakan, pemerintah akan memberikan perhatian khusus untuk pengembangan usaha kecil menengah dalam menghadapi persaingan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Menurutnya, diperlukan sinergi di antara negara-negara anggota ASEAN untuk pengembangan UKM di ASEAN. 

    “Hanya dengan sinergi, para pelaku UKM akan bisa eksis dalam memasuki era Masyarakat Ekonomi ASEAN,” ujar Puspayoga usai membuka pertemuan kemitraan UKM ASEAN 2015 yang digelar ASEAN SME Partnership Indonesia, di Hotel Alliun, Tangerang, Rabu, 11 November 2015.

    Puspayoga berujar, ada lima poin strategis yang menjadi pedoman dalam pengembangan UKM di ASEAN. Pertama adalah peningkatan produktivitas, pemanfaatan teknologi dan inovasi. Kedua, peningkatan akses pembiayaan. Ketiga, peningkatan akses pasar dan proses memasuki pasar internasional.

    Keempat, perbaikan proses penyusunan kebijakan dan peraturan yang lebih kondusif. Kelima, pengembangan kewirausahaan dan peningkatan kapasitas SDM.

    Lebih lanjut Puspayoga menjelaskan, guna meningkatkan daya saing UKM, pemerintah memberikan dukungan terhadap sejumlah program antara lain perluasan dan kemudahan akses pembiayaan melalui penyaluran kredit usaha rakyat mikro dan ritel. "Dari semula bunga pinjamannya 22 persen menjadi 12 persen per tahun, dan akan menjadi 9 persen pada tahun 2016 mendatang." 

    ABDUL AZIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.