Bangun Desa, Menteri Marwan Gandeng Jepang Untuk Proyek Ini  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Marwan Jafar, menikmati jeruk baby hasil pertanian di desa wisata petik jeruk di Desa Selorejo, Kec. Dau, Malang, Jatim, 27 Maret 2015. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Marwan Jafar, menikmati jeruk baby hasil pertanian di desa wisata petik jeruk di Desa Selorejo, Kec. Dau, Malang, Jatim, 27 Maret 2015. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    TEMPO.COJakarta - Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (DPDTT) menggandeng Jepang untuk mengoptimalkan sumber daya alam pedesaan dengan teknologi. Marwan Jafar, Menteri DPDTT, menuturkan, cara ini dilakukan untuk mendorong percepatan pembangunan pedesaan agar tercipta pembangunan yang merata di segala bidang. 

    Menurutnya, sumber daya alam yang melimpah belum dimanfaatkan secara maksimal melalui one village, one product (satu desa, satu produk). "Kerja sama ini juga penting mengingat Jepang punya percepatan teknologi. Dan dengan kemajuan teknologi tersebut, kita bisa mendapatkan ilmunya atau transfer of knowledge," kata Marwan dalam rilis yang dikutip Bisnis.com, Selasa (10 November 2015).

    Marwan menuturkan kerja sama itu menyangkut soal Pembangunan Perdesaan, Pembangunan Masyarakat Desa, Pembangunan Infrastruktur Perdesaan, Pembangunan Ekonomi Lokal, serta Informasi dan Komunikasi. Selain itu, paparnya, pihaknya membahas beberapa program yang berkaitan dengan pembangunan wilayah perbatasan dan kawasan di luar Jawa.

    Marwan mengharapkan, pengalaman pemerintahan Jepang dalam sejumlah bidang itu dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan pembangunan desa atau daerah tertinggal. Dengan demikian, sambungnya, potensi sumber daya yang dimiliki oleh daerah dapat dikelola secara maksimal untuk kesejahteraan masyarakatnya.


    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.