Ekonomi Masih Stagnan, Ini Upaya Pemerintah...

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sofyan Djalil. TEMPO/Subekti

    Sofyan Djalil. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO , Jakarta: Pertumbuhan ekonomi yang stagnan di kuartal tiga sebesar 4,74 persen tak menyurutkan semangat pemerintah untuk mengejar target pertumbuhan di atas lima persen hingga akhir tahun.

    Untuk program jarak pendek, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Sofyan Djalil mengatakan pencairan dini tunjangan hari tua bagi para pekerja yang di PHK diyakini akan tetap mempertahankan daya beli masyarakat. “Program-program padat karya akan menjadi bantalan,” kata dia di kantornya Jumat, 6 November 2015, Jumat, 6 November 2015. Selain itu, melalui desk khusus sektor padat karya, pemerintah dapat mempertahankan dan mengembangkan eksistensi industri yang paling banyak menyerap tenaga kerja tersebut.

    Adapun untuk jangka menengah dan panjang, Sofyan mengatakan pemerintah tetap akan berfokus pada industri. Selain kawasan ekonomi khusus, 14 kawasan industri khusus yang ada akan terus dipermanis. “KIK akan sangat bisa menarik industri padat modal,” ujarnya. Secara otomatis penyerapan tenaga kerja juga akan meningkat.

    Khusus KIK, Kementerian PPN akan kembali mencanangkan kemudahan investasi dan regulasi. “Di Kendal (Jawa Tengah) urus Amdal harus dua kali, padahal sudah ada di izin industri” katanya. Begitu juga masih maraknya preman yang ada di daerah-daerah kawasan industri khusus yang akan diberangus.

    Wakil Presiden Jusuf Kalla pun turut mengutarakan optimismenya jika pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV tahun ini bisa mencapai target. "Yang paling penting adalah bagaimana pasar dalam negeri kita bisa dipenuhi oleh produksi dalam negeri," kata Kalla, di Istana Wakil Presiden, Jumat, 6 November 2015.

    Kalla menganggap wajar pertumbuhan ekonomi kuartal III yang hanya sebesar 4,73 persen. Menurut dia, meski sedikit meleset dari target pemerintah, namun keadaan ekonomi global juga salah satu faktor yang menyebabkan mandeknya pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal III itu. "Itu sudah berkali-kali kami sampaikan, harus dipahami juga bahwa ini keadaan sangat berpengaruh ada keadaan ekonomi global," ujar dia. "Sehinga upaya kami sekarang adalah ekonomi berjalan dengan baik walau pun pertumbuhannya melemah."

    Dia berjanji akan menggenjot terus pertumbuhan ekonomi di kuartal berikutnya tahun ini. Caranya adalah dengan terus meningkatkan investasi, baik dalam negeri mau pun dari luar negeri. "Investasi pemerintah dalam bentuk APBN, maka investasi swasta dalam dan luar negeri tumbuh, pasar dalam negeri naik sehingga konsumsi dalam negeri dapat meningkatkan produksi dalam negeri.


    ANDI RUSLI | REZA ADITYA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.