Produksi Industri Logam Dasar Banten Menyusut Paling Parah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Biji emas sebagai bahan baku pembuatan emas batangan di lokasi pembuatan emas Antam, Jakarta, 15 Juni 2015. Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia (UBPP LM) tersebut mampu memproduksi 70 ton emas per tahun. Tempo/Tony Hartawan

    Biji emas sebagai bahan baku pembuatan emas batangan di lokasi pembuatan emas Antam, Jakarta, 15 Juni 2015. Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia (UBPP LM) tersebut mampu memproduksi 70 ton emas per tahun. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Kinerja produksi manufaktur skala mikro dan kecil (IMK)  di Provinsi Banten selama triwulan III/2015  turun 1,63% secara year on year.

    Kondisi tersebut berbanding terbalik dengan kinerja produksi industri manufaktur sedang dan besar yang tumbuh 2,40%. Di setor IMK ada tiga bidang usaha yang mendorong terjadinya penurunan produksi, yaitu logam dasar, pengolahan kulit dan alas kaki, serta pakaian jadi.

    Badan Pusat Statistik (BPS) Banten melansir penurunan produks industri logam dasar 17,64%; industri pengolahan kulit, barang dari kulit, dan alas kaki minus 16,30%; sedangkan industri pakaian jadi 13,71%.

    Kepala BPS Banten Syech Suhaimi menyebutkan kendati demikian tetap ada industri yang mengalami pertumbuhan, di antaranya pengolahan minuman serta bahan kimia dan barang dari bahan kimia. “Minuman minus 24,48%, kimia turun 21,39%,” katanya, Rabu (4 November 2015).

    Sementara itu dalam kurun waktu triwulanan kondisinya serupa, ada penurunan 1,30% dibandingkan triwulan kedua tahun ini.  Industri pakaian jadi menjadi sektor IMK yang mengalami penyusutan produksi terparah sebesar 6,65%.

    Suhaimi menjelaskan sektor yang produksinya tumbuh terutama dialami tiga bidang. Pertama industri minuman meningkatn 29,51%, kedua percetakan dan reproduksi media rekaman 15,44%, serta ketiga industri barang galian nonlogam sebesar 9,52%.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.