Hujan Buatan di Jambi Tertunda, Tunggu Cassa 212 Mendarat  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pilot, copilot dan kru pesawat berdoa sebelum melakukan penerbangan peluncuran Teknologi Modifikasi Cuaca (hujan buatan) dengan membawa bahan semai sebanyak 2,8 ton menggunakan pesawat CN-A 2901 TNI AU, di Bandar Udara Militer Halim Perdanakusuma, Jakarta, 25 Agustus 2015. Pemanfaatan Teknologi Modifikasi Cuaca untuk penanggulangan kekeringan yang berlangsung selama 90 hari di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Barat. TEMPO/Imam Sukamto

    Pilot, copilot dan kru pesawat berdoa sebelum melakukan penerbangan peluncuran Teknologi Modifikasi Cuaca (hujan buatan) dengan membawa bahan semai sebanyak 2,8 ton menggunakan pesawat CN-A 2901 TNI AU, di Bandar Udara Militer Halim Perdanakusuma, Jakarta, 25 Agustus 2015. Pemanfaatan Teknologi Modifikasi Cuaca untuk penanggulangan kekeringan yang berlangsung selama 90 hari di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Barat. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Rencana membuat hujan buatan di Provinsi Jambi belum bisa dilakukan karena masih menunggu satu unit pesawat Cassa 212 yang belum bisa mendarat di Jambi akibat asap.

    Pada Minggu, 20 September 2015, Kepala Penerangan Korem 042/Garuda Putih Mayor Imam Syafii dari Satuan Tugas (Satgas) Penerangan Tanggap Darurat Bencana Asap Provinsi Jambi mengatakan pihaknya masih menunggu pesawat Cassa 212 dari Jakarta untuk membuat hujan buatan.

    "Tapi dengan kondisi saat ini di mana jarak pandang di bandara masih terbatas, tidak memungkinkan untuk pesawat Cassa mendarat di Bandara Sultan Thaha, Jambi," kata Imam di Jambi.

    "Sebenarnya awan di Kota Jambi, sudah bisa untuk modifikasi cuaca, cuma pesawatnya belum datang ya kita masih menunggu. Tidak lama lagi akan datang, masih menunggu kondisi kabut asap membaik, karena kalau kondisi sekarang tidak bisa mendarat," kata Imam lagi.

    Sebelumnya, di Jambi, Deputi Penanganan Darurat Badan Nasional Penanggulangan Bencana Tri Budiarto mengatakan cara kerja pesawat Cassa dalam upaya membuat hujan buatan yakni terbang bolak-balik Jambi-Palembang dengan membawa 1.000 kilogram garam halus.

    "Pesawat Cassa kita nanti akan kita tugaskan bolak-balik Jambi-Palembang. Pesawat itu tugasnya membikin hujan buatan. Sekali terbang membawa 1.000 kilogram garam," kata Budiarto

    Dia menjelaskan, ketika terbang dari Palembang menuju Jambi, pesawat Cassa membawa garam dan melemparnya di awan sekitar daerah Musi Banyuasin, Kabupaten Sumatera Selatan.

    Begitu pesawat tiba di Bandara Jambi, pesawat kembali membawa 1.000 kilogram garam dan terbang menuju Palembang dan kembali melempar garam tersebut di sekitar langit daerah Musi Banyuasin.

    "Di bandara Jambi kita menyiapkan sepuluh ton garam, silahkan dicek. Dengan jumlah garam sebanyak itu kita membutuhkan waktu sekitar tujuh-sepuluh hari. Cara ini agar tidak ada kesia-siaan jam terbang pesawat itu," katanya menjelaskan.

    Sementara upaya lain pemadam api kebakaran hutan dan lahan di Jambi, kata Budi, yakni dengan menambahkan kekuatan pemadaman melalui udara atau water bombing.

    "Pesawat Air Tractor bakal datang lagi satu unit dari Kementerian Kehutanan untuk menambah kekuatan, di samping operasi darat yang saya kira terus dilakukan," katanya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.