Sejak 2009, Turis Indonesia Masuk Top 10 Kunjungan ke Makao

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pembeli melihat-lihat perhiasan di dalam toko perhiasan Lukfook, di Macau, Cina, Selasa 26 Agustus 2014. Brent Lewin/Bloomberg via Getty Images

    Seorang pembeli melihat-lihat perhiasan di dalam toko perhiasan Lukfook, di Macau, Cina, Selasa 26 Agustus 2014. Brent Lewin/Bloomberg via Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Macau Government Tourist Office (MTGO) optimistis wisatawan asal Indonesia masih bertahan masuk dalam peringkat sepuluh terbanyak ke wilayah yang menjadi bagian Cina sejak 1999 tersebut, meski nilai tukar rupiah melemah.

    Public Relations Executive MGTO Gloria Si Tou Wai Sin berharap ekonomi dunia, termasuk Indonesia, bisa segera pulih sehingga tidak berdampak pada turunnya minat kedatangan turis asing ke Makao yang sering disebut sebagai Las Vegas Asia tersebut.

    “Wisatawan asal Indonesia masuk top ten sejak tahun 2009,” kata Gloria, di sela acara Media Fam Trip and Celebrity di Makao mulai dari 18 hingga 22 September 2015, pada Minggu, 20 September 2015.

    Dikemukakan dari sepuluh besar asal negara dengan turis terbanyak yang datang ke Makao, ujarnya, memang didominasi wisatawan asal Asia.

    Dikemukakan alasan jarak tempuh yang cenderung lebih dekat dengan menggunakan pesawat, mendorong turis asal Asia yang mendominasi kunjungan turis mancanegara ke Makao.

    Untuk mendorong arus kunjungan turis asing di saat kondisi ekonomi global yang saat ini mengalami tekanan, Makao meningkatkan promosi dan mengundang media asing untuk makin mempopulerkan potensi destinasi wisata yang ada di special administrative region (SAR) atau wilayah administrasi Cina, seperti halnya Hong Kong tersebut.

    Seperti diketahui Makao akan mendorong kunjungan wisatawan asal Indonesia, setelah memangkas target tahun ini disesuaikan dengan terjadinya pelemahan rupiah.

    “Target wisatawan Indonesia ke Macau pada 2015 yang semula 210 ribu direvisi menjadi 200 ribu,” kata Ningsih Chandra, public relations & Communication Manager Macau Government Tourist Office Representative in Indonesia, yang menjadi perwakilan kantor pariwisata Makao di Indonesia.

    Ningsih menjelaskan dengan penurunan nilai tukar rupiah atas dolar Amerika Serikat, dikhawatirkan akan melemahkan daya beli masyarakat Indonesia.

    Padahal, wisatawan Indonesia menjadi salah satu andalan Makao untuk pencapaian target wisatawan.

    Sampai dengan Juli 2015, ujarnya, sudah sebanyak 100 ribu wisatawan asal Indonesia ke Makao.

    “Kebanyakan berusia 25-46 tahun,” katanya.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.