Penutupan IHSG BEI Menguat 15,56 Poin

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). ANTARA/Puspa Perwitasari

    Ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). ANTARA/Puspa Perwitasari

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (28 Agustus 2015) ditutup menguat sebesar 15,56 poin seiring dengan sebagian pelaku pasar yang masih melakukan aksi beli secara selektif.

    IHSG BEI ditutup menguat 15,56 poin atau 0,35 persen menjadi 4.446,20. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 bergerak naik 2,23 poin (0,30 persen) menjadi 757,06.

    Analis HD Capital Yuganur Wijanarko di Jakarta, Jumat (28 Agustus 2015) mengatakan bahwa mayoritas bursa saham regional yang kembali berada di area positif menjadi salah satu penopang bagi indeks BEI kembali bergerak menguat.

    "Kami melihat, sentimen positif dari bursa regional mendorong sebagian pelaku pasar saham kembali melakukan aksi beli selektif sehingga laju IHSG kembali berada di area positif," katanya.

    Secara teknikal, lanjut dia, IHSG yang mampu bertahan di atas level 4.300 poin pada penutupan Jumat ini maka tren jangka pendek telah berubah menjadi positif.

    Sementara itu, Kepala Riset Universal Broker Satrio Utomo mengatakan bahwa harga minyak dunia yang kembali menguat, membuat beberapa saham-saham sektor minyak sawit mentah (CPO) dan batubara kembali bergerak positif. Termasuk juga saham-saham komoditas lainnya seperti gas.

    Ia menambahkan bahwa adanya spekulasi terhadap paket kebijakan dari pemerintah juga menjadi salah satu penopang indeks BEI. Namun penggerak utama pasar belakangan ini adalah bursa regional.

    "Salah satu bursa saham acuan di regional yakni bursa Hang Seng mengalami pelemahan, itu bisa dijadikan sinyal hati-hati," katanya.

    Tercatat frekuensi saham di BEI mencapai 277.633 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 4,31 miliar lembar saham senilai Rp5,11 triliun. Sebanyak 183 saham bergerak naik, 115 saham bergerak turun, dan yang tidak bergerak nilainya atau stagnan sebanyak 80 saham.

    Bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng melemah 226,15 poin (1,04 persen) ke level 21.612,39, indeks Nikkei naik 561,88 poin (3,03 persen) ke level 19.136,32, dan indeks Straits Times menguat 10,51 poin (0,36 persen) ke posisi 2.955,94.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.