Kementerian Minta Persetujuan Dewan untuk PMN Tiga BUMN

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • PT Wijaya Karya. recruitmentbumn.com

    PT Wijaya Karya. recruitmentbumn.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Badan Usaha Milik Negara mengharapkan persetujuan penyertaan modal negara (PMN) tunai Rp 8 miliar dari Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat. PMN itu rencananya diberikan kepada tiga BUMN konstruksi, yaitu PT Hutama Karya, PT Wijaya Karya, dan PT Pembangunan Perumahan.

    Deputi Bidang Usaha Konstruksi, Sarana, dan Prasarana Perhubungan Kementerian BUMN Pontas Tambunan mengatakan Hutama Karya dan Wijaya Karya akan mendapatkan PMN sekitar Rp 3 triliun. Sedangkan sisanya untuk PT Pembangunan Perumahan. "Hasil dari PMN untuk percepatan pembangunan infrastruktur," kata Pontas kepada Komisi BUMN di gedung Parlemen, Jakarta, Kamis, 27 Agustus 2015.

    Berita Terbaru:
    Betapa Seru Bila Tuhan, Nabi,dan Saiton di Palembang Bertemu  
    Aneh, Ada Wanita Punya Tanduk 12 Sentimeter di Kepalanya  

    Salah satunya, Pontas menjelaskan, untuk pembangunan jalan tol. Sebab, dalam rencana pembangunan jangka menengah 2015-2019, pemerintah menargetkan 1.000 kilometer jalan tol. "Dibangun antara lain Trans Sumatera, Jawa, Samarinda-Balikpapan, Manado-Bitung, dan Soreang-Pasir Koja."

    Menurut Pontas, secara umum, PMN akan meningkatkan kapasitas BUMN dalam menjalankan proyek pemerintah. Dalam pembangunan proyek infrastruktur pemerintah, BUMN Karya akan mencari modal tambahan dari pinjaman bank atau lembaga keuangan lainnya. "Kami harapkan dapat pertimbangan dalam pembahasan penyertaan modal negara ini dan diberi persetujuan," ujarnya.

    Direktur Utama Hutama Karya I Gusti Ngurah Putra mengatakan biaya pembangunan tiga dari empat ruas Jalan Tol Trans Sumatera, Medan-Binjai, Bakauheni-Terbanggi Besar, dan Riau-Dumai kian bertambah. Penyebabnya antara lain rendahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dan inflasi. "Ruas Jalan Tol Palembang-Indralaya bisa kita tingkatkan secara teknis sehingga biaya tetap sama," tutur Putra.

    Dengan bertambahnya biaya, Putra mengatakan, anggaran investasi kini menjadi Rp 33,6 triliun dengan PMN sebesar Rp 17,4 triliun. Anggaran PMN 2015 sebanyak Rp 3,6 triliun sudah digunakan Hutama Karya. "Dengan risiko peningkatan kebutuhan, ruas tidak akan terbangun karena tidak layak secara finansial."

    PT Wijaya Karya akan menggunakan PMN Rp 3 triliun untuk menambah modal pembangunan jalur kereta cepat Jakarta-Bandung, Jalan Tol Soreang-Pasir Koja, Manado-Bitung, Samarinda-Balikpapan, pembangunan kawasan industri Kuala Tanjung, dan sistem penyediaan air minum Jatiluhur 5.000 liter per detik. "Penambahan diusulkan Rp 3 triliun pada 2016," ucap Direktur Utama PT Wika Bintang Perbowo.

    Adapun PMN sebesar Rp 2 triliun dengan tambahan dari right issue Rp 1,9 triliun akan dialokasikan PT Pembangunan Perumahan untuk kawasan industri dan terminal multiguna Kuala Tanjung, kereta cepat Jakarta- Bandung, Jalan Tol Soreang-Pasir Koja, Manado-Bitung, Samarinda-Balikpapan, Batang-Semarang, Pandaan-Malang, Medan Kualanamu-Tebing Tinggi, serta enam ruas jalan tol dalam Kota Jakarta. Untuk pelepasan saham baru akan dilakukan pada 2016.

    SINGGIH SOARES

    Baca juga: Mengaku Tuhan, Pria Sukabumi Suruh Orang Sembah Matahari


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.