Ridwan Kamil Imbau Warga Bandung Borong Tomat  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petani membiarkan tanaman tomatnya membusuk setelah harga tomat terjun bebas di angka Rp 200 per kg di Desa Pagerwangi, Bandung Barat, 18 Agustus 2015. TEMPO/Prima Mulia

    Petani membiarkan tanaman tomatnya membusuk setelah harga tomat terjun bebas di angka Rp 200 per kg di Desa Pagerwangi, Bandung Barat, 18 Agustus 2015. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Bandung - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengimbau kepada warga Kota Bandung agar membeli tomat sebanyak-banyaknya. Hal tersebut dimaksudkan untuk membantu petani menyusul anjloknya harga tomat belakangan ini. "Khususnya ibu-ibu metropolitan di Kota Bandung, mungkin biasanya mengkonsumsi hanya satu, sekarang empat kali lipat," kata Ridwan Kamil di Cilengkrang, Kecamatan Cibiru, Kota Bandung, Selasa, 18 Agustus 2015.

    Menurut Emil, sapaan Ridwan Kamil, dengan membeli tomat dalam jumlah banyak, warga Kota Bandung diharapkan bisa mengolah tomat mentah menjadi bahan makanan ataupun produk kosmetik. "Belanjalah tomat sebanyak-banyaknya, bisa dibuat jadi jus, bisa jadi saus tomat, sambal, masker apa saja," ucapnya.

    Dia mengaku prihatin dengan nasib para petani tomat. Sebaiknya, dia menambahkan, untuk mencegah anjloknya harga tomat, pemerintah pusat bisa menyediakan industri pengolahan tomat yang berguna untuk menampung panen tomat melimpah. "Pemerintah pusat harusnya meninggikan industri olahan pangan, jangan hanya jual tomat mentahnya," ujarnya. 

    Menurut Emil, harga tomat jatuh sampai Rp 2.000-an per kilogram. Petani-petani tomat bahkan membiarkan kebunnya busuk karena harga memetik dan harga jual per kilogram lebih mahal daripada harga memetik. 

    PUTRA PRIMA PERDANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?