Pidato Nota Keuangan Jokowi, Pertumbuhan Ekonomi 5,5 Persen

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi, bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla, Ketua DPD Irman Gusman dan Ketua DPR Setya Novanto dalam Sidang Tahunan MPR tahun 2015 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, 14 Agustus 2015.  TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Presiden Jokowi, bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla, Ketua DPD Irman Gusman dan Ketua DPR Setya Novanto dalam Sidang Tahunan MPR tahun 2015 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, 14 Agustus 2015. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo menargetkan pertumbuhan ekonomi tahun 2016 mencapai 5,5 persen. Targetkan tersebut memperhitungkan seluruh dinamika perekonomian global dan domestik, serta prospek perekonomian nasional.

    "Kondisi ekonomi global diproyeksikan membaik sehingga kinerja ekspor-impor serta permintaan global atas produk-produk Indonesia juga meningkat," katanya saat membaca pidato RAPBN, Jumat, 14 Agustus 2015.

    Jokowi mengatakan pembangunan infrastruktur juga akan mendorong kinerja Pembentukan Modal Tetap Bruto dan konsumsi nasional. Sementara itu, peningkatan konektivitas nasional dan realokasi belanja ke sektor-sektor produktif diharapkan mampu menggerakkan perekonomian nasional, menjaga daya beli masyarakat, dan mengendalikan laju inflasi.

    Laju inflasi tahun 2016, kata Jokowi, diperkirakan mencapai 4,7 persen. Inflasi dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti perkembangan harga komoditas pangan dan energi dunia, pergerakan nilai tukar rupiah, serta perubahan iklim.

    Untuk itu, menurut Jokowi, pemerintah akan terus berkoordinasi dengan Bank Indonesia dan menggerakkan pemerintah daerah dalam rangka pengendalian inflasi nasional.

    "Tim Pemantauan dan Pengendalian Inflasi Daerah terus kita aktifkan," katanya. Pemerintah, kata dia, akan menjaga harga bahan pangan dan energi di pasar domestik dengan menyediakan alokasi anggaran dan dana cadangan dalam rangka ketahanan pangan nasional.

    Jokowi memperkirakan nilai tukar rupiah sebesar Rp 13.400 per dolar Amerika Serikat. Perbaikan performa perekonomian global yang dimotori oleh Amerika Serikat dan perlambatan perekonomian Cina, depresiasi yuan, serta pemulihan ekonomi Uni Eropa dan Jepang, kata Jokowi, diperkirakan akan berpengaruh pada nilai tukar rupiah tahun mendatang.

    Sedangkan rata-rata suku bunga Surat Perbendaharaan Negara 3 bulan, pemerintah mengasumsikan berada pada tingkat 5,5 persen pada tahun depan. "Surat Utang Negara diharapkan tetap menarik bagi investor," katanya.

    Asumsi Makro 2016

    Pertumbuhan (%)                  5,5
    Inflasi (%)                            4,7
    Nilai tukar (rupiah/dolar AS)   13.400
    SPB 3 bulan (%)                    5,5

    ALI HIDAYAT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.