Pascaoperasi Pasar, Pedagang Daging Kembali Berjualan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pedagang daging sapi mulai berjualan lagi saat berakhirnya aksi mogok dagang di Pasar Kosambi, Bandung, Jawa Barat, 12 Agustus 2015. Pedagang menjual daging dengan harga Rp 120.000 per kg. TEMPO/Prima Mulia

    Sejumlah pedagang daging sapi mulai berjualan lagi saat berakhirnya aksi mogok dagang di Pasar Kosambi, Bandung, Jawa Barat, 12 Agustus 2015. Pedagang menjual daging dengan harga Rp 120.000 per kg. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.COJakarta - Para pedagang sapi yang melakukan aksi mogok berjualan sejak Minggu, 8 Agustus 2015, kembali berdagang pada Kamis, 13 Agustus 2015.

    "Pedagang daging sapi sudah mulai berjualan di pasar-pasar di Jakarta, seperti Pasar Pal Meriam, Pasar Ciracas, Pasar Jatinegara, Pasar Tomang Barat, dan Kebayoran Lama. Mereka sudah mulai berjualan lagi tapi harga daging di pasar-pasar itu masih tinggi sekitar Rp 120 ribu per kilogram," kata Manajer Usaha dan Pengembangan PD Pasar Jaya Sumanto.

    Baca juga:
    RESHUFFLE KABINET: Soal Ini Jokowi Kalahkan Gus Dur & SBY!  
    Sindir Ahok 'Kepala Preman', Ketua FBR: Preman Itu Tak Bawel  

    Ia menjelaskan, para pedagang sapi sebelumnya telah memberi tahu aparat mengenai rencana mereka mogok berjualan untuk memprotes pemerintah yang dianggap mempersulit pedagang berjualan daging sapi.

    Sebagai badan usaha milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, PD Pasar Jaya menggelar operasi pasar daging sapi selama dua hari sejak Selasa, 11 Agustus 2015, untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat.

    Operasi pasar dilakukan dengan menyediakan daging sapi seharga Rp 85 ribu sampai Rp 90 ribu per kilogram di 13 pasar tradisional.

    ANTARA

    Baca juga:
    RESHUFFLE KABINET: Pram Masuk, Tapi Mega Gagal Gusur Rini? 
    Evan Dimas di Spanyol: Klub Promosi Divisi II, Ini Rapornya



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Kasus Peretasan, dari Rocky Gerung hingga Pandu Riono

    Peretasan merupakan hal yang dilarang oleh UU ITE. Namun sejumlah tokoh sempat jadi korban kasus peretasan, seperti Rocky Gerung dan Pandu Riono.