Terminal Tanah Baru Diusulkan Jadi Stasiun LRT Bogor  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Light Rail Transit (LRT). (Ilustrasi: TEMPO/Indra Fauzi)

    Ilustrasi Light Rail Transit (LRT). (Ilustrasi: TEMPO/Indra Fauzi)

    TEMPO.CO, Bogor - Pemerintah Kota Bogor mengusulkan Terminal Tanah Baru sebagai salah satu stasiun light rail transit (LRT) menggantikan Terminal Baranangsiang seperti yang direncanakan sebelumnya.

    Bima Arya Sugiarto, Wali Kota Bogor, mengatakan selama ini Terminal Baranangsiang sudah cukup padat. Untuk itu, dirinya mengusulkan agar jalur LRT dialihkan ke Terminal Tanah Baru, untuk mengurangi beban Terminal Baranangsiang.

    LRT ini kan rencananya berujung di Terminal Baranangsiang, saya sampaikan kepada Presiden ada opsi lain, yaitu Terminal Tanah Baru, supaya tidak menumpuk di tengah kota semua, katanya di Istana Bogor, Jawa Barat, Selasa, 11 Agustus 2015.

    Bima Arya menuturkan, Presiden Jokowi mengatakan pemilihan Terminal Baranangsiang sengaja dilakukan, karena pembangunan LRT dilakukan untuk memfasilitasi masyarakat Bogor yang bekerja di Jakarta.

    Menurutnya, Pemerintah Kota Bogor akan melakukan kajian apakah nantinya akan menempatkan stasiun LRT di Terminal Baranangsiang atau Terminal Tanah Baru

    “Jadi sedang dikaji apakah menggunakan Terminal Baranangsiang atau Terminal Tanah Baru, dan Presiden Jokowi menyampaikan konsepnya itu sebenarnya ke Terminal Baranangsiang,” ujarnya.

    Seperti diketahui, peletakan batu pertama atau ground breaking proyek tersebut rencananya dilakukan pada Agustus 2015. Kereta api ringan itu akan melintas pada jalur Bogor-Dukuh Atas melalui Cawang, dan Bekasi-Dukuh Atas melalui Cawang.

    Untuk menekan biaya investasi dalam proyek tersebut, pembangunan LRT dilakukan di lahan tol. Dengan begitu, perusahaan juga tidak perlu memikirkan pembebasan lahan yang selama ini kerap menghambat proyek pemerintah.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.