Penjualan Anjlok, Produk Pick Up Suzuki Tetap Jadi Andalan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • (ki-ka) Presiden PT. Suzuki Indomobil Motor dan sales  Akira Utsumi,  Executive Vice President Suzuki Motor Corp, Toshihiro Suzuki bersama Jendral perindustrian Indonesia Budi Darmadi, saat peluncuran Suzuki Ertiga di Grand Melia, Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Minggu (22/04). TEMPO/Dasril Roszandi

    (ki-ka) Presiden PT. Suzuki Indomobil Motor dan sales Akira Utsumi, Executive Vice President Suzuki Motor Corp, Toshihiro Suzuki bersama Jendral perindustrian Indonesia Budi Darmadi, saat peluncuran Suzuki Ertiga di Grand Melia, Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Minggu (22/04). TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Suzuki Indomobil Sales mengakui penjualan mobil tahun ini seret. Pada semester pertama tahun ini, penjualan hanya 62.780 unit. "Aspek melemahnya industri tidak bisa kami abaikan," kata Direktur Pemasaran Suzuki Indomobil Sales Makmur di Jakarta, Jumat, 31 Juli 2015.

    Penjualan mobil semester I ini tercatat menurun dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2014 sebanyak 83.005 unit. Bahkan pada 2013 penjualan mencapai 74.416 unit. Makmur mengatakan perusahaannya masih mengandalkan penjualan mobil jenis pick-up Suzuki Carry dengan porsi 37 persen, disusul Suzuki Ertiga sebesar 27 persen, Suzuki APV sebesar 20 persen, dan Suzuki Karimun sebesar 11 persen.

    Selain karena pelemahan ekonomi, menurut Makmur, penjualan Suzuki anjlok karena tertundanya pengesahan Surat Registrasi Uji Tipe (SRUT) oleh Kementerian Perhubungan pada awal tahun lalu. Keterlambatan ini membuat sebagian besar mobil pick-up Suzuki yang baru dibeli tidak bisa dipakai karena uji kir tidak bisa dilakukan tanpa SRUT.

    Walhasil, banyak salesman Suzuki yang enggan menawarkan mobil pick-up. "Mereka menjadi ragu karena sempat terlambat," kata Managing Director PT Suzuki Davy J. Tuilan. Ke depannya, Suzuki berupaya mempertahankan pangsa pasar 12,5 persen pada tahun ini. Peran Suzuki di pasar otomotif sudah menurun dibanding tahun lalu sebesar 13,4 persen.

    Langkah ditempuh perusahaan dengan menjamin adanya kemurahan uang muka yang juga difasilitasi Otoritas Jasa Keuangan dengan menurunkan angka loan to value (LTV). Suzuki juga menjamin bunga angsuran produknya merendah.

    Upaya lainnya adalah mengenalkan produk baru yang sesuai selera masyarakat. Seperti rencana pengenalan Suzuki New Ertiga pada pameran GIIAS akhir Agustus mendatang. Sedan baru Suzuki, Ciaz, juga dikenalkan pada acara yang sama.

    Dengan inovasi produk, Suzuki berharap mampu menyasar segmen kelas menengah atas (mid-end) yang daya belinya masih bertahan di tengah perlambatan ekonomi. "Memang langkah ini berisiko. Tapi sebagai marketeer, apa iya kita diam saja?" kata Davy.

    ROBBY IRFANY


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Angin Prayitno Aji dan Tiga Perusahaan yang Diperiksa KPK dalam Kasus Suap Pajak

    Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdani ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus suap pajak. Dari 165 perusahaan, 3 sedang diperiksa atas dugaan kasus itu.