Jokowi Akan Temui 30 Pimpinan Perusahaan Inggris

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perdana Menteri Inggris David Cameron. REUTERS/Stefan Wermuth

    Perdana Menteri Inggris David Cameron. REUTERS/Stefan Wermuth

    TEMPO.COJakarta – Tiga puluh pimpinan perusahaan asal Inggris yang tergabung dalam UK-ASEAN Business Council akan bertemu dengan Presiden Joko Widodo.

    Pertemuan itu berlangsung di sela kunjungan kerja dua hari Perdana Menteri Inggris David Cameron ke Indonesia dalam rangka memperkuat kerja sama kedua negara.

    "Kami melihat bagimana Presiden Jokowi mempunyai ambisi yang baik tentang infrastruktur dan public private partnership (PPP). Kami juga ingin mengetahui tentang konsep kemaritiman di Indonesia sehingga 30 perusahaan tersebut juga akan datang ke Indonesia bertemu dengan presiden," kata Duta Besar Inggris untuk Indonesia Moazzam Malik dalam press briefing di Kedubes Inggris di Jakarta, Minggu, 26 Juli 2015.

    Menurut Moazzam, dalam pertemuan dengan pemerintah Indonesia, Cameron akan membahas masalah keuangan, energi, infrastruktur, dan teknologi.

    "Indonesia merupakan mitra strategis selain Cina di kawasan Asia pada abad 21, sehingga Indonesia menjadi negara pertama yang dikunjungi Cameron dalam lawatannya ke Asia," katanya.

    Moazzam juga mengatakan bahwa Cameron dijadwalkan bertemu dengan para pebisnis dari Indonesia.

    "Hal tersebut berkaitan tentang regulasi dan iklim bisnis di Indonesia agar dapat meyakinkan banyak kehadiran investor di Indonesia," tuturnya.

    Perdana Menteri David Cameron dijadwalkan berada di Indonesia selama dua hari pada 27 dan 28 Juli 2015. 

    Berikut 30 perusahaan asal Inggris yang akan bertemu dengan Presiden Jokowi antara lain ACE Winches, Airbus Group UK, Arup, AT Engine Controls, Atkins, Aviva, Bango, Benoy, Blockchain, Concrete Canvas, Darktrace, EarthPort, FreshMinds, Heraeus Noblelight, dan Iwoca.

    Selanjutnya, ada JCB, Jardines, Laing ORourke, Lloyds of London, Oxford Products, Pennies, Qubit, RateSetter, RepKnight, Rolls-Royce, Surrey Satellite Technology, The Floow, UK Higher Education International Unit, Weir Group, dan Wessington Cryogenics.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arti Bilangan R(0) dan R(t) untuk Menerapkan New Normal

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan bahwa suatu daerah dapat melaksanakan New Normal bila memenuhi indikator R(0).