Gobel Izinkan Impor 600 Ribu Ton Gula

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja memindahkan beras impor dari Vietnam yang dibongkar di pelabuhan, di Manila, Filipina, 18 Agustus 2014. Minim keterampilan membuat banyak masyarakat Filipina menjadi buruh kuli. REUTERS/Romeo Ranoco

    Pekerja memindahkan beras impor dari Vietnam yang dibongkar di pelabuhan, di Manila, Filipina, 18 Agustus 2014. Minim keterampilan membuat banyak masyarakat Filipina menjadi buruh kuli. REUTERS/Romeo Ranoco

    TEMPO.CO, Jakarta -  Menteri Perdagangan Rachmat Gobel mengatakan telah memberikan izin impor gula sebanyak 600 ribu ton. Stok ini ditujukan untuk menjaga produksi gula rafinasi untuk industri makanan dan minuman.

    “Untuk memastikan produksi industri mamin jalan terus. Selain itu juga untuk mencegah beredarnya gula impor ilegal,” kata Gobel di kantornya pada Kamis, 23 Juli 2015.

    Gobel menambahkan, selama ini banyak gula impor ilegal beredar, terutama di daerah-daerah perbatasan. Gobel menilai penting sekali untuk memajukan industri gula rafinasi, terutama dari gula impor ilegal.

    Gula yang masuk secara ilegal inilah yang kerap kali menjadi masalah ‘gula rembesan’ di pasar. Sebab, gula ilegal tersebut menekan harga gula tebu lokal. “Banyak yang menyalahkan industri gula rafinasi, padahal dari selundupan,” kata Gobel, yang juga pemilik PT Panasonic Gobel Indonesia.

    Kementerian Perdagangan mengupayakan pencegahan, salah satunya dengan memastikan kebutuhan gula rafinasi tercukupi.

    Setelah impor sebanyak 600 ribu ton ini, Kementerian Perdagangan akan terus melakukan evaluasi, memeriksa kebutuhan industri makanan minuman, terutama hingga akhir 2015.

    URSULA FLORENE SONIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.