Erupsi Gunung Raung, Jonan: Dampak Penerbangan Tiga Hari

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, berselfie bersama wartawan sebelum mengumumkan hasil audit tertib administrasi dan pelaksanaan perizinan rute penerbangan di Kementrian Perhubungan, Jakarta, 9 Januari 2015. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, berselfie bersama wartawan sebelum mengumumkan hasil audit tertib administrasi dan pelaksanaan perizinan rute penerbangan di Kementrian Perhubungan, Jakarta, 9 Januari 2015. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perhubungan Ignasius Jonan mengatakan butuh waktu dua hingga tiga hari untuk menormalkan kembali jadwal penerbangan ke sejumlah bandara yang ditutup akibat terdampak abu vulkanik Gunung Raung dan Gunung Gamalama.

    "Sekali jadwal penerbangan terganggu seperti ini pasti dampaknya dua hingga tiga hari," kata Jonan di Bandara Internasional Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis 16 Juli 2015.

    Apalagi, penerbangan sedang padat karena juga memasuki masa libur Lebaran. "Pengaturan penerbangan diserahkan ke maskapai masing-masing, pasti mereka gunakan pesawat lebih besar supaya terangkut lebih banyak," ujar dia.

    Jonan mengungkapkan, ratusan penerbangan tertunda akibat penutupan sejumlah bandara. Ini disebabkan sebaran abu vulkanik gunung berapi. Ihwal penutupan di Bandara Internasional Juanda, Surabaya, kata Jonan, permasalahannya bukan ketebalan abu vulkanik yang menutup landasan pacu. Tapi ruang udara dipenuhi abu vulkanik yang membahayakan aktivitas penerbangan.

    "Bandara bisa dibersihkan sebentar bisa langsung dapat beroperasi jika abu vulkanik tidak terlalu tebal. Kondisi Juanda biasa saja, hanya saja ruang udaranya yang dipenuhi abu vulkanik," Jonan menjelaskan.

    Stasiun Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda merekomendasikan penutupan Bandar Udara Internasional Juanda Surabaya di Sidoarjo diperpanjang hingga Jumat, 17 Juli 2015, pukul 12.00 WIB.

    "Karena debu masih di udara tepat di atas Surabaya dan sekitarnya sehingga membahayakan penerbangan sehingga penutupan bandara diperpanjang," ujar Prakirawan BMKG Juanda, Agatha, di Surabaya, Jumat, 17 Juli 2015.

    Ia menjelaskan, pergerakan abu akibat erupsi Gunung Raung hingga pagi ini masih mengarah ke arah barat sehingga pesawat tak mungkin melintas. Penutupan bandara internasional tersebut sudah dua kali dilakukan sejak resmi ditutup pada Kamis, 16 Juli 2015, pukul 13.30 hingga 20.30 WIB.

    Penutupan pertama mulai Kamis malam hingga Jumat pukul 06.00 WIB, namun karena belum ada pergerakan debu maka penutupan diperpanjang hingga enam jam kemudian. "Nanti siang up date kembali, termasuk sudah diizinkan dibuka atau belum Bandara Juanda," kata Agatha.

    Sebelumnya, PT Angkasa Pura (AP) I Bandar Udara Internasional Juanda Surabaya di Sidoarjo menyampaikan bahwa pergerakan debu erupsi Gunung Raung berada di ketinggian 16 ribu kaki sehingga membahayakan pesawat terbang yang melintas.

    ANTARA | NI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.