Gula Penjualan Sepeda Motor Lebaran Ini Tak Semanis Biasanya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Produsen sepeda motor asal Jepang, Kawasaki merilis motor sport terbarunya, Kawasaki Ninja H2. Motor tercepat Kawasaki tersebut diluncurkan di sirkuit balap, Buddh International Circuit, India. motorcyclefeed.com

    Produsen sepeda motor asal Jepang, Kawasaki merilis motor sport terbarunya, Kawasaki Ninja H2. Motor tercepat Kawasaki tersebut diluncurkan di sirkuit balap, Buddh International Circuit, India. motorcyclefeed.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Setiap tahun, pelaku industri sepeda motor selalu menunggu momentum Lebaran karena hari raya umat Islam menuai berkah dengan terkatrolnya pundi-pundi penjualan. Namun pelaku bisnis menilai, tahun ini Lebaran tidak akan semanis biasanya.

    Sebabnya, sejak tahun lalu kondisi ekonomi melambat dan terus berdampak hingga tahun ini. Pelaku usaha menilai, meski penjualan pada Lebaran tahun ini akan meningkat, tapi jumlahnya tak sebesar tahun lalu.

    Sinyalemen akan hal itu dilihat pelaku bisnis dari angka penjualan sepanjang 2015. Data penjualan terakhir dari Asosiasi Indutri Sepeda Motor Indonesia (AISI) menyebut, pada periode Januari-April 2015 total penjualan sepeda motor hanya menapak 2,185 juta unit.

    Jumlah itu diperoleh dari lima merek sepeda motor yang tergabung AISI. Rinciannya, Honda 1,466 juta unit atau 67,11%, Kawasaki 51.418 unit setara 2,35%, Suzuki 47.840 unit atau 2,2%, TVS 6.090 unit sekitar 0,3% dan Yamaha 613.427 unit atau 28,07%.

    Total penjualan itu menurun cukup besar dari periode yang sama tahun lalu yang mencapai 2,719 juta unit. Di sisi lain pelaku usaha menilai, penaikan angka penjualan menjelang Lebaran terjadi karena pada saat tersebut daya beli meningkat.

    Hal itu terstimuli dengan pergerakan roda ekonomi karena pada bulan tersebut konsumsi tergenjot. Terlebih didukung oleh tumbuhnya pendapatan kelas pekerja karena tunjangan hari raya. Penaikan penjualan speda motor bisa terjadi 1 bulan sebelum Lebaran.

    Karena secara psikis konsumen sudah tahu pendapatannya akan meningkat di bulan berikutnya dengan mendapatkan tunjangan tersebut. Di sisi lain budaya pulang kampung menjadi pendorong di mana masyarakat lebih senang mudik dengan kendaraan baru, yang diharapkan mencerminkan kesuksesan.

    Tahun lalu libur Lebaran jatuh pada 28 dan 29 Juli. AISI mencatat penaikan penjualan terlihat pada Juni dibanding Mei. Pada bulan kelima 2014 penjualannya mencapai 743.030 unit dan bulan berikutnya 753.789 unit.

    Sedangkan pada 2013 Lebaran jatuh pada 8 Agustus. Penjualan pada Juni dan Juli 2013 masing-masing tercatat 661.282 unit dan 704.019 unit. Meski demikian pelaku usaha mengamini jika di bulan yang terdapat hari Lebaran penjualan akan kembali melandai dan bulan berikutnya secara siklus akan menanjak kembali.

    Pada Juli dan Agustus 2014 masing-masing angka penjualannya 539.171 unit dan 613.214 unit. Sedangkan pada Agustus dan September 2013 penjualannya berturut-turut 490.824 unit dan 678.139 unit.

    “Lebaran tahun ini tidak akan sama seperti tahun sebelumnya karena daya beli di tataran ritel belum naik. Biasanya persentase kenaikan 15%-20%, Lebaran tahun ini paling 10%, kata Ketua Bidang Komersial AISI Sigit Kumala kepada Bisnis, Selasa (9 Juni 2015)..

    Hal itu diamini Direktur Pemasaran PT Astra Honda Motor (AHM) Margono Tanuwijaya. Penjualannya pada Mei dan Juni, yaitu dua bulan jelang Lebaran tercatat 452.698 unit meningkat menjadi 472.027 unit.

    Sedangkan pada Juli di mana Lebaran terjadi penjualannya hanya 327.805 unit. Kemudian bulan berikutnya naik kembali menjadi 388.314 unit. Pada 2013, penjualan AHM dua bulan menjelang Lebaran yaitu Juni dan Juli tercatat 390.235 unit meningkat menjadi 415.653 unit.

    Sedangkan pada Agustus 2013 di mana Lebaran terjadi penjualannya hanya 294.612 unit, kemudian bulan berikutnya menanjak kembali menjadi 417.760 unit.

    “Lebaran kali ada naik tapi tidak signifikan karena situasinya seperti ini . Biasanya lebaran naik 15% sekarang paling 5%,” ujar Margono dalam kesempatan berbeda.

    Sementara itu dua bulan menjelang Lebaran pada 2014 yaitu Mei dan Juni penjualan Kawasaki tercatat 15.822 unit, naik menjadi 16.217 unit. Sedangkan bulan berikutnya saat terjadi Lebaran penjualannya kembali melandai dengan hanya membukukan 13.385 unit.

    Sebulan setelah Lebaran yaitu Agustus 2014 penjualan menanjak kembali menjadi 17.193 unit. Pada 2013 di mana Lebaran terjadi Agustus, pada bulan tersebut penjualan Kawasaki hanya 9.019 unit. Sebulan sebelum Lebaran yaitu Juli 2013 penjualannya sempat terkatrol menjadi 14.883 unit, naik dari bulan sebelumnya yang hanya 8.486 unit.

    Deputy Head Sales Promotion Department PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI) Michael Chandra Tanadhi menilai, kenaikan penjualan secara persentase akan sama dengan tahun sebelumnya. Namun secara kuantitas akan berbeda karena total pasar tahun ini menurun.

    “Biasanya naik 15% dan tahun ini secara persentase bisa sama namun kuantitasnya pasti beda,” ujarnya.

    Executive Vice President PT Yamaha Indonesia Motor MFG Dyonisius Beti menilai penaikan tertinggi jelang Lebaran terjadi pada 2013 yang dalam perhitungannya mencapai 25%. Sedangkan tahun lalu pertumbuhan jelang Lebaran mulai menyusut hingga 10% akibat stabilitas ekonomi terganggu.

    “Tahun ini paling bertahan 10% itu pun karena Lebaran ini digenjot dengan bnyaknya model baru. Diharapkan karena konsumen tertarik dengan model baru pertumbuhan jelang Lebaran terjaga,” ujarnya.

    Sebulan menjelang Lebaran yaitu Juni 2014 penjualan Yamaha mencapai 235.821 unit sedangkan pada saat Lebaran yaitu Juli hanya 173.977 unit. Sebulan berikutnya penjualannya naik kembali menjadi 185.129 unit.

    Sedangkan pada Juli 2013yaitu sebulan sebelum Lebaran penjualan Yamah mencapai 229.654 unit naik dari bualan sebelumnya yang hanya 215.398 unit. Sedangkan pada Agustus 2013 penjualan turun lagi menjadi 153.440 unit, kemudian menanjak kembali pada September menjadi 216.919 unit.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.