Buka Jalur Baru, Trasjakarta Tambah Unit Bus  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang petugas saat melintasi bus TransJakarta gandeng bekas dari Cina di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (4/12). Pemerintah DKI menambah armada TransJakarta untuk menunjang transportasi masal dan operasi busway di semua koridor. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    Seorang petugas saat melintasi bus TransJakarta gandeng bekas dari Cina di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (4/12). Pemerintah DKI menambah armada TransJakarta untuk menunjang transportasi masal dan operasi busway di semua koridor. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    BISNIS.COM, Jakarta - Pembukaan jalur baru bus Transjakarta ke kawasan Kemayoran mendorong PT Transjakarta semakin berinvansi menambah jumlah unit busnya.

    Direktur Utama PT Transjakarta Antonius N. S. Kosasih menyatakan bus Skania asal Swedia akan ditambah sebanyak 20 unit pada akhir Juni 2015. Adapun pengoperasian bus tersebut baru akan dilakukan pada pertengahan Juli.

    "Ini masih menunggu perizinan. Akhir Juni sudah datang, minggu ketiga datang kasih waktu tiga minggu mengurus perizinan, habis itu dioperasikan 20 unit," katanya.

    Sebab, bus itu akan dioperasikan di koridor-koridor utama di rute 1 atau koridor 9 yang baru bisa dilewati bus articulated.

    Kosasih menyatakan selama PRJ 2015 berlangsung dia belum bisa memproyeksikan jumlah penumpang Transjakarta mengingat ini baru pertama dilakukan. "Kami membicarakan ini dengan Gubernur sesuai arahan beliau, lalu kami langsung buat rute tak mencapai 2 minggu. Buat rute dan desain, halte lalu jadi," ujarnya di malam pembukaan Jakarta Fair 2015, Jumat, 29 Mei 2015.

    Kosasih mengaku sudah merencanakan antisipasi jika terjadi penumpukan penumpang, pihaknya akan mengoperasikan bus-bus single yang bisa dilewatkan di Kemayoran dari koridor yang sudah disiapkan.

    "Sekarang yang kita lewatkan bus gandengnya baru skania yang bus lainnya hino yang single. Tetapi kita punya beberapa bus single lain lagi kalau peminatnya banyak kita bisa lewatkan. Pada dasarnya tidak setiap jam ramai. Yang ramai mungkin pagi yang mau datang dan malam yang mau pulang, maka kita sampai 11 putaran," kata Kosasih.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.