Kebijakan Moneter Ketat, Indonesia Kedua Setelah Rusia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jokowi berbicara pada APEC CEO Summit di Beijing, Tiongkok, 10 November 2014. AP/Andy Wong

    Jokowi berbicara pada APEC CEO Summit di Beijing, Tiongkok, 10 November 2014. AP/Andy Wong

    TEMPO.COJakarta - Hasil analisis tren ekonomi APEC terbaru yang diluncurkan di sela-sela rangkaian pertemuan APEC menguak kebijakan moneter yang diusung negara anggotanya sepanjang 2014 melalui sejumlah instrumen kebijakan moneter.

    Dari 21 ekonomi anggota APEC, tercatat lima ekonomi yang menerapkan kebijakan moneter ketat, yaitu Rusia, Indonesia, Malaysia, Selandia Baru, dan Filipina.

    Rusia adalah negara yang paling agresif menerapkan kebijakan moneter ketat. Menurut data APEC Economic Trends Analysis itu, suku bunga acuan di Rusia pada awal tahun berada pada level 6,5 persen, dan menjadi 18 persen pada akhir tahun.

    Indonesia menempati posisi kedua di bawah Rusia. Suku bunga Bank Indonesia (BI Rate) tercatat berada pada level 7,5 persen pada Januari 2014. Sampai akhir 2014, BI Rate berada pada level 7,75 persen.  

    Adapun delapan ekonomi lainnya tercatat mengambil kebijakan pelonggaran moneter, yaitu Cile, Cina, Jepang, Korea, Meksiko, Peru, Thailand, dan Vietnam. Sisanya tidak melakukan perubahan kebijakan moneter.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara