Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Cerita TikToker Awbimax Ditawari Jadi Buzzer Bea Cukai, Patok Harga Rp100 Juta

image-gnews
TikToker, Bima Yudho Saputro yang viral setelah membuat video berjudul Alasan Lampung Gak Maju-Maju. Foto: TikTok/@Awbimaxreborn
TikToker, Bima Yudho Saputro yang viral setelah membuat video berjudul Alasan Lampung Gak Maju-Maju. Foto: TikTok/@Awbimaxreborn
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Tiktokers dengan nama akun @awbimax atau yang dikenal dengan nama Bima, membagikan ceritanya saat ditawari membuat video endorsement untuk instansi pemerintah di bidang kepabeanan, Bea Cukai

Melalui unggahan di akun TikTok pribadinya, Bima membagikan tangkapan layar berisi pesan dari salah satu agensi yang mengajaknya untuk bekerja sama. Agensi tersebut mengaku telah bekerja sama dengan Bea Cukai dan mengajak Bima untuk membuat video berupa  kampanye yang berhubungan dengan Bea Cukai.

“Saat ini agency kami sedang ada campaign bersama dengan lembaga Bea Cukai. Campaign ini bukan seperti buzzer, lebih ke bagaimana POV (point of view) dari seorang KOL terkait pengalaman mereka yang berhubungan dengan Bea Cukai,” tulis agensi itu dikutip dari unggahan TikTokers Bima.

Tiktokers asal Lampung yang viral karena kerap mengkritik pemerintah itupun menanggapi tawaran tersebut dengan mematok bayaran Rp 100 juta per video TikTok. Namun, Bima mengungkapkan tidak ada tanggapan lebih lanjut dari agensi itu terkait kerja sama tersebut.

Dalam unggahan videonya yang lain, Bima menyebutkan alasannya mematok harga selangit itu. Ia tidak ingin menjadi pembohong karena harus berbicara testimoninya tentang Bea Cukai menggunakan skrip yang dibuat oleh agensi.

Pemuda yang kini berkuliah di Australia itu mencurigai tindakan Bea Cukai yang menunjuk para sosok berpengaruh di media sosial untuk membersihkan citra instansi pemerintah yang belakangan jadi sorotan publik. Apalagi, katanya, agensi yang ditunjuk Bea Cukai ini untuk brand awareness, bukan untuk crisis communication.

“Lu pade semua agensi lu, termasuk Bea Cukai, jangan jadi penipu. Lu minta gue review jujur bisa sih, Kak. Oh, berdasarkan hasil review dari temen-temen yang lain, Bea Cukai ini isinya korupsi. Kandang korupsi,” ucap Bima dalam video yang diunggahnya beberapa hari lalu.

Sebagai informasi, beberapa waktu terakhir media sosial Indonesia ramai-ramai menyoroti kinerja institusi Bea Cukai. Hal ini terjadi usai mencuatnya sejumlah permasalahan terkait pajak impor yang dikenakan lembaga tersebut kepada masyarakat.

Selanjutnya: Beberapa kasus bea cukai yang jadi sorotan publik

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Perusahaan Penerima Fasilitas Kawasan Berikat Diduga Selundupkan 1 Kontainer Garmen Lewat Semarang

1 hari lalu

Aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Rabu, 10 Juli 2024. Pemerintah akan mengenakan bea masuk tambahan demi melindungi produk lokal dari gempuran barang impor. TEMPO/Tony Hartawan
Perusahaan Penerima Fasilitas Kawasan Berikat Diduga Selundupkan 1 Kontainer Garmen Lewat Semarang

PT Sunjaya diduga menyelundupkan 1 kontainer garmen yang saat ini beredar di pasaran. Padahal, perusahaan ini hanya memiliki izin impor tekstil.


Ada Tren TikTok 'English or Spanish' Jelang Final Euro 2024 Spanyol vs Inggris, Apa Itu?

1 hari lalu

Final Euro 2024: Spanyol vs Inggris. (Reuters)
Ada Tren TikTok 'English or Spanish' Jelang Final Euro 2024 Spanyol vs Inggris, Apa Itu?

Meme "English or Spanish" bertebaran di media sosial menjelang final Euro 2024 antara Spanyol vs Inggris.


Waduh, Penumpang Ini Bawa 104 Ular Hidup di Saku Celana Lewat Pelabuhan

3 hari lalu

Seorang penumpang bawa 104 ular di celana (China customs)
Waduh, Penumpang Ini Bawa 104 Ular Hidup di Saku Celana Lewat Pelabuhan

Pria tersebut memasukkan ular ke dalam saku ketika dia mencoba melewati pos pemeriksaan tanpa terdeteksi.


Produsen Tekstil Sebut Pemerintah Tak Serius Berantas Impor Ilegal: Pakaian Jadi Label Cina Dijual di Bawah Rp 20 Ribu

3 hari lalu

Pedagang tengah menata gulungan kain dalam toko di kawasan Cipadu, Tangerang, Banten, Kamis, 11 Januari 2024. Sementara Ketua Umum Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filament Indonesia (APSyFI) Redma Gita Wirawasta mengatakan, industri industri TPT mengalami perlambatan sejak kuartal ketiga 2022 hingga mencatat penurunan di tahun 2023 sertakondisi ekonomi global menjadi hambatan ekspor dan tingginya stok Cina menyebabkan barang impor legal dan ilegal membanjiri pasar domestik. Tempo/Tony Hartawan
Produsen Tekstil Sebut Pemerintah Tak Serius Berantas Impor Ilegal: Pakaian Jadi Label Cina Dijual di Bawah Rp 20 Ribu

APSyFI belum melihat upaya serius pemerintah dalam membatasi produk tekstil impor ilegal yang membanjiri pasar dalam negeri.


Ini Alasan Instagram Pilih Fokus Kembangkan Video Pendek, Bukan yang Panjang

3 hari lalu

Logo Instagram. Kredit: TechCrunch
Ini Alasan Instagram Pilih Fokus Kembangkan Video Pendek, Bukan yang Panjang

Instagram memastikan platformnya tidak akan mengembangkan fitur video berdurasi panjang seperti TikTok dan YouTube.


Saaih Halilintar Dikecam Pecinta Burung Usai Bikin Konten TikTok Lepaskan Lovebird ke Alam Liar

4 hari lalu

Saaih Halilintar (Instagram - @saaihalilintar)
Saaih Halilintar Dikecam Pecinta Burung Usai Bikin Konten TikTok Lepaskan Lovebird ke Alam Liar

Saaih Halilintar menuai kritik dari pecinta burung setelah melepas seekor lovebird ke alam bebas dalam konten TikTok-nya.


TikTok Berkolaborasi dengan PT Pos Indonesia Berdayakan UMKM

4 hari lalu

Menteri BUMN Erick Thohir hadir sesaat di live sale produk parfum lokal yang berlangsung saat peluncuran Creator House di kantor Pos Kota Tua, Jakarta, Rabu 10 Juli 2024. Creator House merupakan kolaborasi TikTok Indonesia dan PT Pos Indonesia dengan menyediakan sejumlah fasilitas bebas biaya yang dapat digunakan oleh kreator di TikTok untuk membuat konten dan mempromosikan produk lokal melalui UMKM corner. TEMPO/Tony Hartawan
TikTok Berkolaborasi dengan PT Pos Indonesia Berdayakan UMKM

TikTok Indonesia dan PT Pos Indonesia meluncurkan TikTok PosAja Creator House untuk mendukung UMKM.


Minta TikTok Investasi Besar-besaran di Indonesia, Erick Thohir: Jangan Jadi Strangers

4 hari lalu

Ketua Umum PSSI Erick Thohir saat ditemui di Menara Danareksa, Jakarta Pusat, Jumat, 19 April 2024. TEMPO/Randy
Minta TikTok Investasi Besar-besaran di Indonesia, Erick Thohir: Jangan Jadi Strangers

BUMN Erick Thohir meminta TikTok segera meningkatkan investasi di Indonesia. Hal itu ia katakan dengan klaim Indonesia adalah negara dengan perekonomian terbesar di Asia Tenggara.


Fuji Kenang Memori Bibi dan Vanessa Angel Lewat Tren TikTok Gala Bunga Matahari

5 hari lalu

Mendiang Bibi Andriansyah. Gala Sky Andriansyah saat masih bayi, dan mendiang Vanessa Angel. Foto: TikTok.
Fuji Kenang Memori Bibi dan Vanessa Angel Lewat Tren TikTok Gala Bunga Matahari

Selebgram, Fuji mengenang mendiang Bibi Andriansyah dan Vanessa Angel melalui tren TikTok 'Gala Bunga Matahari'.


Govind Sandhu, Pimpinan TikTok Australia Divonis Kanker di Usia 38 Tahun

8 hari lalu

Govind Sandhu. Foto: Instagram.
Govind Sandhu, Pimpinan TikTok Australia Divonis Kanker di Usia 38 Tahun

Govind Sandhu, Kepala Kemitraan Musik Global TikTok Australia, didiagnosis menderita limfoma non-Hodgkin stadium 4 di usia 38 tahun.