Aetra Bangun Decanter di IPA Pulogadung  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas pengelolaan air bersih Aetra menemukan pipa air ilegal, saat melakukan penertiban. Kegiatan ini dilakukan untuk menyelesaikan permasalahan, tingkat kehilangan air (Non Revenue Water), dan menindak warga yang kedapatan melakukan pencurian air dengan cara, pemutusan sambungan dan pidana. Tanjung Priok, Jakarta Utara, 19 Maret 2015. TEMPO/Dasril Roszandi

    Petugas pengelolaan air bersih Aetra menemukan pipa air ilegal, saat melakukan penertiban. Kegiatan ini dilakukan untuk menyelesaikan permasalahan, tingkat kehilangan air (Non Revenue Water), dan menindak warga yang kedapatan melakukan pencurian air dengan cara, pemutusan sambungan dan pidana. Tanjung Priok, Jakarta Utara, 19 Maret 2015. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.COJakarta - Gubernur Provinsi DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengapresiasi langkah PT Aetra Air Jakarta (Aetra) yang telah berusaha menemukan inovasi baru guna menambah pasokan air baku di DKI Jakarta dengan mendirikan Gedung Pengolahan Lumpur (Decanter).

    Apresiasi tersebut ditunjukkan Ahok dengan meresmikan secara langsung Gedung Pengolahan Lumpur PT Aetra tersebut di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Pulogadung, Jalan Jatinegara Kaum Nomor 1, Jatinegara Kaum, Jakarta Timur, Selasa, 12 Mei 2015. "Kami berterima kasih kepada Aetra dengan hal ini," tutur Ahok di sela peresmian gedung tersebut.

    Menurut Ahok, langkah Aetra menemukan inovasi baru tersebut patut diapresiasi karena telah berhasil mengolah limbah lumpur dari pengolahan air baku. Hal itu dinilai Ahok sebagai bukti komitmen Aetra menjadi perusahaan yang bebas dari pembuangan limbah sisa hasil produksi.

    Namun Ahok meminta Aetra terus memperbaiki pelayanan air bersih di sisi timur Jakarta, karena masih banyak warga Jakarta yang kesulitan mendapatkan air bersih.

    "Saya minta Aetra membereskan pelayanan air bersih di sisi timur Jakarta. Saya tahu Aetra dapat bekerja secara profesional. Kami tetap pilih yang profesional. Kalau dapat kerja baik, jangan khawatir, karena kami mendukung semua yang sesuai dengan profesional. Supaya tidak ada lagi orang Jakarta tidak punya air bersih," katanya.

    Presiden Direktur PT Aetra Air Jakarta Mohamad Selim berujar, terobosan ini dilakukan karena adanya regulasi pemerintah yang mewajibkan perusahaan melakukan pengelolaan limbah.

    "Karena itu, Aetra melakukan kajian untuk mengubah limbah lumpur menjadi air baku, dan lumpur sendiri bisa digunakan untuk material bangunan seperti batu bata," ucapnya.

    BISNIS.COM



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.