Rachmat Gobel Larang Penjualan Bir di Minimarket

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • AP/Petr David Josek

    AP/Petr David Josek

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perdagangan Rachmat Gobel melarang penjualan minuman beralkohol golongan A atau berkadar alkohol kurang dari 5 persen di minimarket. Dengan demikian, minimarket tidak lagi diperbolehkan menjual bir dan minuman sejenisnya.

    Larangan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 06/M-DAG/PER/1/2015 tentang Pengendalian dan Pengawasan terhadap Pengadaan, Peredaran, dan Penjualan Minuman Beralkohol yang diteken Rachmat Gobel pada 16 Januari 2015.

    "Saat ini masih dalam proses pengesahan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia," kata Direktur Jenderal Standardisasi dan Perlindungan Konsumen Kementerian Perdagangan Widodo kepada Tempo, Kamis, 22 Januari 2015. (Baca: Izinkan Jual Minuman Keras, Ahok Diprotes PKS.)

    Widodo memperkirakan peraturan itu akan selesai diproses pada 30 Januari 2015. Sebab, proses pengesahan sebuah regulasi oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia memakan waktu paling lama 14 hari. Setelah aturan ini berlaku, bir dan sejenisnya hanya boleh dijual di supermarket atau hipermarket.

    Namun Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan penjualan minuman keras diperbolehkan di minimarket yang buka selama 24 jam. Asalkan, kata Ahok, kadar alkoholnya tak lebih dari 5 persen. "Boleh jika di bawah 5 persen," kata Ahok, Selasa, 20 Januari 2015. (Baca: Diprotes Soal Minuman Keras, Ahok: Ada Aturannya.)

    PINGIT ARIA | NUR ALFIYAH

    Berita Terpopuler
    Serang Balik, Budi Gunawan Sodorkan 'Dosa' KPK 
    Menteri Susi Adukan Jonan ke DPR 
    Jabatan Kapolri Dicopot, Kenapa Jenderal Sutarman Ikhlas?

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.