Konsumsi BBM Nonsubsidi di Malang Raya Melonjak

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • sxc.hu

    sxc.hu

    TEMPO.CO, Malang - Assistant Manager External Relation Marketing Operation Pertamina Region V Jawa Timur Heppy Wulansari mengatakan konsumsi bahan bakar nonsubsidi Pertamax di Malang Raya melonjak hingga 140 persen.

    Menurut Heppy, sejak pemerintah menaikkan harga BBM jenis Premium dan solar, banyak warga Malang, yang meliputi Kabupaten Malang, Kota Malang, dan Kota Batu, beralih menggunakan Pertamax.

    Akibatnya, terjadi lonjakan pembelian Pertamax, yang sebelumnya rata-rata 20 ribu liter menjadi 46 ribu liter per hari. "Konsumsi Pertamax naik signifikan," ujar Heppy, Kamis, 4 Desember 2014.

    Menurut Heppy, selisih harga antara Pertamax dengan Premium yang relatif kecil menyebabkan masyarakat lebih memilih Pertamax. Pertimbangan lainnya adalah kadar timbal Pertamax yang lebih rendah, yang membuat kerja mesin kendaraan lebih baik.

    Bersamaan dengan naiknya konsumsi Pertamax, konsumsi Premiun dan solar mengalami penurunan. Konsumsi Premium turun 16 persen, semula 1,2 juta liter menjadi 1,037 juta liter per hari. Demikian pula dengan solar yang turun 3 persen, dari 427 ribu liter menjadi 413 ribu liter per hari.

    Diakui Heppy, meski konsumsi Pertamax melonjak dan Premium-solar menurun, secara keseluruhan, volume penjualan Pertamax masih tergolong kecil dibanding volume Premium dan solar.

    Ihwal stok dan pasokan BBM, menurut Heppy, masih terpantau aman. Tim pemantau dari Pertamina diturunkan untuk memastikan kelancaran pasokan BBM.

    EKO WIIDIANTO

    Topik terhangat:
    Golkar Pecah | Kasus Munir | Interpelasi Jokowi | Susi Pudjiastuti

    Berita terpopuler lainnya:
    Misteri Ceceran Duit di Rumah Fuad Amin
    Gubernur FPI Ngarep Sumbangan Warga
    Awas, Nama-nama Berikut Ini Terlarang Digunakan!
    Cerita Ahok tentang Hantu dan Setan Buta Huruf


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.