Aplikasi Chatting Jongla Garap Pasar Indonesia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aplikasi Instant Messenger Jongla

    Aplikasi Instant Messenger Jongla

    TEMPO.CO, Jakarta - Aplikasi pesan cepat asal Finlandia, Jongla, resmi masuk pasar Indonesia. CEO Jongla, Riku Salminen, mengatakan masuknya layanan chatting itu ke Indonesia merupakan langkah yang besar. "Pasar Indonesia sangat potensial," ujar dia dalam keterangan tertulisnya yang diterima Tempo, Rabu, 5 November 2014.

    Menurut Riku, pasar potensial itu dilihat dari pertumbuhan pengguna Internet melalui mobile device yang terus tumbuh tiap tahun. Oleh sebab itu, pihaknya melakukan kerja sama dengan operator XL Axiata. (Baca: Facebook Messenger Menuai Banyak Kritik)

    Alasan menunjuk XL Axiata, kata Riku, karena operator itu mengaku memiliki sekitar 58,8 juta pengguna aktif. "Paling tidak dengan kerja sama itu memberikan kemudahan pada masyarakat Indonesia untuk memanfaatkan layanan Jongla," ujar dia. (Baca: Path Resmi Terjun ke Platfrom Mobile Messaging)

    Walaupun di Indonesia sudah beroperasi layanan cepat lainnya, Jongla tetap optimistis dapat menarik minat masyarakat untuk menggunakan aplikasi tersebut. "Karena kami menawarkan fitur lebih lengkap, interaktif. Serta keunikan fitur dan platform," ujar Riku.

    Beberapa fitur unggulan yang diyakini menjadi kekuatan Jongla seperti fitur personalisasi, sosial. "Yang paling unik adalah fasilitas push to talk yang tidak ada di aplikasi lain," ujar Riku. Jongla memiliki kelebihan lain yaitu menyediakan stiker interaktif bisa bergerak dan bersuara. Aplikasi Jongla ini pun dapat diunduh secara gratis untuk platform iOs, Android, Windows, dan Firefox.

    HUSSEIN ABRI YUSUF

    Berita Terpopuler
    Dukung Persib Vs Arema, Ridwan Kamil Buka Baju
    Tiga Perilaku Aneh Pembunuh Dua TKI Indonesia
    Pakar Ungkap Cara Polisi Telisik Akun @TM2000Back
    Usir Pesawat Asing, Berapa Biaya Operasional Sukhoi?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.