Kata Koalisi Prabowo Soal Kenaikan Harga BBM  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik melayani pembeli BBM bersubsidi di sebuah SPBU Pertamina di Jakarta, 27 Agustus 2014. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik melayani pembeli BBM bersubsidi di sebuah SPBU Pertamina di Jakarta, 27 Agustus 2014. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Kebijakan kenaikan harga bahan bakar minyak bersubsidi yang sedang direncanakan pemerintahan Presiden Joko Widodo mendapatkan penolakan dari fraksi-fraksi pendukung Prabowo Subianto.

    Juru bicara sekaligus anggota Fraksi Partai Amanat Nasional, Yandri Susanto, mengatakan menolak kenaikan harga BBM bersubsidi karena harga minyak dunia malah turun. "Karena harga minyak dunia itu turun, bukan naik," kata Yandri dalam sidang paripurna, Selasa, 4 November 2014. (Baca: Sofyan Djalil Pastikan Harga BBM Naik Bulan Ini)

    Yandri mengatakan penolakan ini juga karena rakyat tidak setuju dengan kenaikan harga Premium. Buktinya, kata Yandri, terjadi sejumlah aksi demonstrasi di pelosok negeri. Bahkan Yandri juga menyindir Jokowi yang tidak konsisten menolak harga Premium dinaikkan. "Dulu, waktu jadi wali kota juga ikut demonstrasi menolak kenaikan BBM, kenapa pas jadi presiden malah mengambil kebijakan yang sama."

    Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat dari Fraksi Gerindra, Fadli Zon, juga mengatakan hal yang serupa. Harusnya, kata Fadli, harga Premium di dalam negeri turun mengikuti nilai minyak dunia. Fadli menuturkan asumsi BBM dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dipatok seharga US$ 105 per barel, sementara harga dunia itu US$ 82 per barel. (Baca: Penundaan Kenaikan Harga BBM Picu Penimbunan)

    Adapun Ketua DPR Setya Novanto mengatakan pemerintah sampai saat ini belum melakukan konsultasi dengan Dewan Perwakilan Rakyat. "Menaikkan BBM itu perlu persetujuan DPR," kata Setya. Namun Setya menolak menjawab setuju atau tidak BBM dinaikkan karena belum melakukan rapat untuk membahas ini.

    Wacana kenaikan BBM, kata politikus Partai Golongan Karya ini, justru didengar dari pernyataan Wakil Presiden Jusuf Kalla di media. Setya mengatakan parlemen, terutama Komisi Energi dan Komisi Keuangan, terus mengkaji solusi selain menaikkan harga BBM bersubsidi. "Tapi tetap kita serahkan keputusan itu di tangan pemerintah," kata Setya.

    SUNDARI



    Berita Terpopuler
    Anak Menteri Susi Balas Cuitan Putra Jokowi
    Ahok Pernah Diperas oleh @TrioMacan2000
    Proyek Jembatan Selat Sunda Dihentikan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pro Kontra Kemendikbud Menerapkan Zonasi Sekolah pada PPDB 2019

    Zonasi sekolah di PPDB yang diterapkan Kemendikbud memicu pro dan kontra. Banyak orang tua menganggap sistem ini tak adil dan merugikan calon siswa