Menteri PU Siap Setop Proyek Jembatan Selat Sunda

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bangun Rancang Jembatan Selat Sunda yang akan dibangun. Dok: PT Wiratman and Associates

    Bangun Rancang Jembatan Selat Sunda yang akan dibangun. Dok: PT Wiratman and Associates

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimulyono mengatakan rencana proyek Jembatan Selat Sunda hingga kini belum dibahas dalam rapat kabinet. Jika Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menyatakan megaproyek ini tidak dilanjutkan, Basuki siap mengikuti arahan tersebut. (Baca: Proyek Jembatan Selat Sunda Dihentikan)

    Menurut Basuki, selain syarat teknis, sebuah proyek infrastruktur baru bisa dilaksanakan jika memenuhi beberapa syarat, yakni diterima secara politis, sosial, dan layak secara ekonomi dan finansial. "Sekarang, meski secara teknis sudah siap, jika secara politik sudah diputuskan untuk tidak diteruskan maka akan kami ikuti," kata dia di kantornya, Selasa, 4 November 2014. (Baca: Bappenas: Jembatan Selat Sunda Bukan Prioritas)

    Sebelumnya,  Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan Djalil memastikan pemerintah tidak akan melanjutkan pembangunan megaproyek Jembatan Selat Sunda (JSS). Penghentian proyek senilai Rp 200 triliun tersebut disebabkan banyak pertimbangan, salah satunya tidak selarasnya dengan konsep kemaritiman yang digagas Presiden Joko Widodo saat ini. "Ya, karena memang tidak pernah dimulai," ujar dia di kantornya, Senin, 3 November 2014.

    Sofyan mengatakan sejak proyek tersebut dimunculkan pada pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), banyak kalangan yang pesimistis bahwa jembatan terpanjang di dunia itu bakal terwujud. (Baca: Beleid Jembatan Selat Sunda Sudah Diteken Presiden)

    Biaya pembangunan jembatan itu dianggap terlalu besar. Di sisi lain, dampak yang dihasilkan terhadap sektor kemaritiman juga dianggap minim. "Itu masih ide dan wacana. Dan memang belum memutuskan go ahead juga sejak dulu," kata Sofyan. (Baca: Jembatan Selat Sunda Tak Masuk Program Jokowi)

    Seperti diketahui, pembangunan jembatan yang menghubungkan Pulau Jawa dan Pulau Sumatera diperkirakan memakan waktu 10 tahun. Jika proyek dimulai 2013 dengan studi kelayakan selama dua tahun, maka pembangunan JSS akan selesai pada 2025.

    ALI HIDAYAT | JAYADI SUPRIADIN

    Berita Terpopuler
    Ahok Pernah Diperas oleh @TrioMacan2000
    Nadine Kaiser Bangga dengan Menteri Susi
    Anak Menteri Susi Balas Cuitan Putra Jokowi

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    New Normal, Cara Baru dalam Bekerja demi Menghindari Covid-19

    Pemerintah menerbitkan panduan menerapkan new normal dalam bekerja demi keberlangsungan dunia usaha. Perlu juga menerapkan sejumlah perlilaku sehat.