Lima Kementerian Ini Dapat Anggaran Terbesar  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana Rapat Paripurna DPR di komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa 23 September 2014. ANTARA/Puspa Perwitasari

    Suasana Rapat Paripurna DPR di komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa 23 September 2014. ANTARA/Puspa Perwitasari

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Askolani menyebut lima kementerian mendapat pagu anggaran tertinggi dalam Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara 2015. Kementerian itu adalah Kementerian Pertahanan dengan pagu anggaran sebesar Rp 96,9 triliun, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebesar Rp 88,3 triliun. (Baca: Pemerintah-DPR Sepakati Postur RAPBN 2015)

    Terbesar ketiga adalah Kementerian Pekerjaan Umum dengan pagu Rp 81 triliun. Sedangkan dua kementerian atau lembaga lainnya, menurut Askolani, adalah Kepolisian RI dan Kementerian Kesehatan dengan pagu masing-masing Rp 51,5 triliun dan Rp 47,7 triliun. (Baca: Subsidi Listrik Tahun Ini Turun Rp 25,5 Triliun)

    Dalam Rencana Anggaran Pendapatan Belanja Negara 2015, belanja untuk pemerintah pusat disepakati sebesar Rp 1.392 triliun. Pagu ini meningkat Rp 12,56 milar dari usulan pemerintah dalam nota keuangan sebesar Rp 1.379 triliun. Anggaran belanja tersebut terdiri atas belanja kementerian/lembaga sebesar Rp 647,3 triliun dan belanja non-kementerian/lembaga sebesar Rp 745,1 triliun.

    Menurut Askolani, kenaikan anggaran dipengaruhi oleh perubahan belanja kementerian/ lembaga, antara lain realokasi dari bagian anggaran Bendahara Umum Negara ke bagian anggaran kementerian/lembaga sebesar Rp 6,67 triliun untuk anggaran kenaikan gaji pokok PNS/TNI/POLRI sebesar Rp 4,1 triliun.

    "Juga ada anggaran kenaikan uang makan PNS dan uang lauk-pauk TNI/POLRI masing-masing Rp 5.000 sebesar Rp 2,57 triliun," kata Askolani usai rapat kerja bersama Badan Anggaran DPR di kompleks parlemen Senayan, Rabu, 24 September 2014. Anggaran belanja tersebut terdiri atas belanja kementerian/lembaga sebesar Rp 647,3 triliun dan belanja non-kementerian/lembaga sebesar Rp 745,1 triliun.

    TRI ARTINING PUTRI

    Berita Terpopuler
    Wartawati Tempo Dilecehkan Simpatisan FPI
    FPI Minta Ahok Jaga Mulut
    Soal Gantung Diri di Monas, Anas: Siapa Bilang?
    Adnan Buyung: Jaksa Penuntut Anas Bodoh
    6 Orang Mati, Vonis Anas, dan Skandal Hambalang



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.