PU: Separuh Jalur Pantura Sudah Diperbaiki  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemudik dengan kendaraan roda dua memadati jalan raya Plered depan pasar Pasalaran, Plered, Cirebon, Jawa Barat, (8/4). Membludaknya pemudik dengan kendaraan beroda dua membuat kemaceta di jalur Pantura. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Pemudik dengan kendaraan roda dua memadati jalan raya Plered depan pasar Pasalaran, Plered, Cirebon, Jawa Barat, (8/4). Membludaknya pemudik dengan kendaraan beroda dua membuat kemaceta di jalur Pantura. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Cirebon - Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Wilayah IV Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum Bambang Hartadi mengatakan kemajuan perbaikan jalur Pantai Utara Jawa (pantura) hingga saat ini mencapai 50 persen. Dengan begitu, ia yakin akhir Juni mendatang jalur yang biasa menjadi favorit para pemudik di musim libur Lebaran dapat dilalui dengan lancar.

    Hingga kini perbaikan jalan yang dilakukan Direktorat Jenderal Bina Marga masih berjalan. "Yang lubang-lubang akan kami tutupi dengan aspal. Yang kemarin kebanjiran kami naikkan dengan (pembangunan jalan) beton," kata Bambang saat ditemui di rumah makan Bumbu Desa di Cirebon, Senin, 19 Mei 2014. (Baca: Jalan Jateng dan Jatim Siap Dilalui Pemudik)

    Perbaikan jalur Pantura dilakukan di beberapa titik yang berbeda. Perbaikan jalan, misalnya, dilakukan dengan menaikkan tinggi jalan dengan pembetonan (rigid pavement) dan pengaspalan. Untuk daerah Jawa Barat, betonisasi jalan telah mencapai hampir 50 kilometer dari total ruas jalan yang ada 298 kilometer. Hingga menjelang Lebaran, pemerintah menargetkan betonisasi mencapai 70 kilometer.

    Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PU Djoko Murjanto memastikan pada awal Juli semua jalur pantura sudah rapi dan siap dilalui kendaraan untuk mudik Lebaran. Selain jalan pantura, jalur mudik alternatif seperti melalui jalan tengah dan selatan Jawa juga ditargetkan siap menyambut kendaraan pemudik.

    Meski begitu, Murjanto berharap pada tahun ini ada sejumlah moda transportasi lain yang dapat membantu beban kendaraan jalan pantura. Salah satunya adalah adanya lintasan jalur ganda kereta yang diharapkan bisa beroperasi per Juni mendatang sehingga bisa mengalihkan transportasi barang dari jalur darat yang biasanya melewati pantura ke jalur kereta.

    Sebelumnya diberitakan pekerjaan betonisasi jalur pantura di ruas Kaligangsa, wilayah Kecamatan Margadana, Kota Tegal, berdampak pada kemacetan arus lalu lintas pada Ahad siang lalu. Antrean kendaraan yang mengular di lajur selatan (arah Semarang-Jakarta) dan di lajur utara (arah Jakarta-Semarang) mencapai empat kilometer. (Baca: Jalur Pantura Dibeton, Macet 4 Kilometer)

    Di lajur selatan, kemacetan mulai dari depan Rita Mall Jalan Kolonel Sugiono, Sugiono, Kecamatan Tegal Barat, sampai Jembatan Kaligangsa, gerbang masuk Kabupaten Brebes. Di lajur utara, kemacetan mulai dari depan Pengadilan Negeri Brebes, Jalan Ahmad Yani, sampai Jembatan Kaligangsa. Kecepatan rata-rata tiap kendaraan hanya 10 kilometer per jam.

    ALI HIDAYAT

    Berita terpopuler:
    Polisi Cari Petinggi Artha Graha yang Hilang
    Petinggi Golkar Diam-diam Kunjungi Jokowi Pagi Ini
    Pembagian Biaya Kampanye, Prabowo 60-Hatta 40


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.