PT Pos Indonesia Garap Bisnis Online  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • PT Pos Indonesia. ANTARA/M Agung Rajasa

    PT Pos Indonesia. ANTARA/M Agung Rajasa

    TEMPO.CO, Makassar - PT Pos Indonesia mulai menggarap peluang bisnis online. Harapannya, pengiriman barang melalui Pos Indonesia bisa meningkat 40 persen. Apalagi selama ini 90 persen pengiriman yang diterima Pos Indonesia adalah surat dan dokumen.

    Menurut Ebenezer Purba, Vice President Pengembangan Bisnis Surat PT Pos Indonesia, jumlah pengguna Internet di Indonesia saat ini mencapai 60 juta orang. Dan 30 persennya melakukan jual beli lewat Internet. "Potensi ini yang akan kami garap," kata Purba usai dialog bisnis online di Hotel Trisula Makassar, Kamis, 21 Maret 2013.

    Menurut Purba, dalam bisnis online, antara penjual dan pembeli tidak saling bertemu. Dengan demikian, faktor kepercayaan sangat dibutuhkan dalam melakukan transaksi online. "Untuk menghilangkan keraguan masyarakat dalam bisnis online, Pos Indonesia akan meluncurkan program E-Commerce," katanya.

    Program E-Commerce ini akan menjadi perantara bagi penjual dan pembeli. Saat ingin membeli barang, pembeli tidak langsung mengirim uang ke rekening penjual, tapi dikirim ke rekening E-Commerce yang dikelola Pos Indonesia. Setelah barang sampai ke pembeli, barulah Pos Indonesia mengirim uang ke penjual. "Jadi, kepastian jual beli lebih terjamin," kata Purba.

    Menurut Purba, distribusi surat dan dokumen di Pos Indonesia wilayah Sulawesi pada tahun 2012 meningkat 74 persen dari realisasi tahun 2011. Surat dan dokumen ini didominasi oleh perusahaan. "Untuk surat perorangan masih sangat minim," katanya.

    Selain memberikan jaminan keamanan kepada pembeli dan penjual di dunia maya, Pos Indonesia juga akan memberikan pelayanan penjemputan langsung ke tempat penjualan barang sehingga penjual tidak perlu repot ke kantor pos. "Kami juga memberikan tarif khusus," kata Purba.

    Purba yakin programE-Commerce ini bisa diterima oleh masyarakat, terutama mengingat jumlah kantor cabang PT Pos tersebar di setiap daerah di Indonesia. "Kami memiliki 3.800 kantor cabang dengan jumlah unit pelayanan 26 ribu," katanya.

    Kepala area operasi PT Pos Indonesia wilayah Sulawesi, Eko Yudo, mengatakan keuntungan bekerja sama dengan Pos Indonesia adalah barangnya dijamin cepat sampai. "Barang yang rusak atau hilang juga akan kami ganti seratus persen," kata Eko.

    Irwansyah, ketua Kaskus Makassar, mengatakan peluang usaha online terus tumbuh pesat. Untuk Kaskus saja, setiap harinya terjadi transaksi hingga Rp 400 juta. "Sehingga barang yang ditransaksikan ini menjadi incaran pengusaha kurir," katanya. Untuk kota Makassar, barang yang diperjualbelikan umumnya adalah pakaian dan gadget. "Usaha online ini meningkat 20-25 persen setiap tahun," kata Irwansyah.

    MUHAMMAD YUNUS

    Berita Terpopuler:
    Mengapa Ibas Laporkan Yulianis ke Polisi

    Ramai-ramai Patok 'Kebun Binatang' Djoko Susilo

    Enam Pernyataan Soal Ibas dan Yulianis

    Sakit Hati, Tersangka D Bunuh Bos Servis Komputer

    Jokowi Tak Persoalkan Hengkangnya 90 Perusahaan

    Pengganti Pramono Edhie di Tangan Presiden


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    6 Rumor yang Jadi Nyata pada Kelahiran GoTo, Hasil Merger Gojek dan Tokopedia

    Dua tahun setelah kabar angin soal merger Gojek dengan Tokopedia berhembus, akhirnya penggabungan dua perusahaan itu resmi dan lantas melahirkan GoTo.