Dirut RNI Siap Beberkan Pemeras di DPR

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana sidang paripurna terkait laporan kinerja 2011-2012 dan ulang tahun ke-67 DPR di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (29/8). ANTARA/Puspa Perwitasari

    Suasana sidang paripurna terkait laporan kinerja 2011-2012 dan ulang tahun ke-67 DPR di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (29/8). ANTARA/Puspa Perwitasari

    TEMPO.CO, Jakarta-Direktur Utama PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI), Ismed Hasan Putro, menyatakan kesiapannya untuk membeberkan nama-nama oknum anggota Dewan Perwakilan Rakyat yang meminta upeti.

    "Saya tidak mau menyebutkan nama-namanya, tapi kalau saya dipanggil DPR untuk pertanggungjawabkan omongan itu, saya siap (membeberkan),” ujarnya kepada Tempo, kemarin. “Agar tidak menimbulkan fitnah.”

    Sebelumnya, Ismed mengungkapkan, dirinya pernah dimintai upeti oleh anggota Dewan ketika baru menjabat. Permintaan itu tidak langsung disampaikan kepada dirinya, melainkan melalui sekretaris perusahaan dalam rapat dengar pendapat. "Katanya semacam urunan (patungan) dan sudah turun-temurun,” kata Ismed. "Tapi saya tolak karena harus bersih."

    Menurut dia, masalah setoran upeti kepada anggota Dewan adalah persoalan yang sudah umum diketahui, namun ditutupi. “Buktinya, banyak kan anggota Dewan yang diadili.”

    Ismed menyesalkan pernyataan Ketua Komisi BUMN DPR, Benny K. Harman, yang menyerang dirinya di media. “Menyerang balik dengan menyatakan saya pemeras itu tidak benar dan arogan,” ujarnya. Tindakan itu tidak seharusnya dilakukan anggota Dewan.

    Benny, politikus PDI Perjuangan, sebelumnya mengatakan Ismed sebagai pemeras. "Saya tahu siapa itu Ismed, dia yang justru tukang peras.”

    Beberapa waktu lalu, Menteri BUMN Dahlan Iskan juga mengirimkan pesan pendek (SMS) kepada Sekretaris Kabinet, Dipo Alam. Dipo mengatakan, Dahlan berterima kasih dengan adanya Surat Edaran Nomor SE-542/Seskab/IX/2012 tentang Pengawalan APBN 2013-2014 dengan Mencegah Praktek Kongkalikong.

    "Dia dan jajarannya bertekad menolak bila ada oknum DPR yang minta jatah dalam pencairan PMN,” kata Dipo.

    Pernyataan Dahlan soal pemerasan yang dilakukan anggota Dewan membuat Ketua DPR Marzuki Alie berang. "Kalau menyebut oknum tidak apa-apa, tetapi ini kan disebutnya anggota. Harus hati-hati kalimatnya," ujarnya.

    Dia meminta Dahlan membuktikan pernyataannya tersebut. "Kalau ada anggota DPR yang minta, laporkan, dong. Jangan seperti itu, akhirnya hubungan menjadi tidak baik.”

    ALI NY | ANANDA PUTRI | SATWIKA

    Berita Terpopuler:
    Upeti DPR ke BUMN Akan Dibuka di Senayan 
    Keponakan Miranda Goeltom Gedor Penjara KPK  

    Cicak vs Buaya Memanas Lagi, Kini Polri Gugat KPK 

    Dua Hakim Agung Berseteru, Ada Pengusaha Terlibat? 
    Berapa Jokowi Kurban? Riya, Tak Perlu Disebut



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H