Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Revitalisasi Industri Gula Dikhawatirkan Terhadang Moratorium  

image-gnews
TEMPO/Prima Mulia
TEMPO/Prima Mulia
Iklan

TEMPO Interaktif, Jakarta - -Wakil Sekertaris Ikatan Ahli Gula Indonesia (IAGI) Adig Suwandi menilai keterbatasan lahan akan menjadi persoalan dalam revitalisasi industri gula sejak pemerintah merencanakan moratorium (penghentian sementara) konversi lahan gambut dan hutan alam. "Padahal revitalisasi perlu peningkatan luas lahan," katanya ketika dihubungi, Sabtu (5/6).

Saat ini total lahan kebun tebu mencapai 70 ribu hektar. Sekitar 47 ribu hektar dikelola oleh petani dan sisanya adalah kebun tebu milik pabrik.

Menurut Adig, jika pemerintah berniat melakukan revitalisasi di sektor lahan, maka setidaknya 60 persen dari lahan kebun tebu harus dikelola oleh pabrik. Ini adalah ukuran ideal supaya produksi gula bisa maksimal.

Namun kenyataannya tidak ada kepastian terkait lahan. Pemerintah sempat berencana membangun pabrik dan kebun baru di Banyuwangi, Jawa Timur. "Tetapi tidak ada kepastian lahan," katanya.

Direktur Jenderal Industri Agro dan Kimia, Kementrian Perindustrian Benny Wachyudi mengatakan belum ada kemajuan dalam program revitalisasi industri gula. "Karena sedang ada moratorium ini jadi kita tunggu dulu," terangnya.

Padahal sebelumnya Kementrian Perindustrian sedang melakukan pemetaan lahan kosong untuk dimanfaatkan sebagai kebun tebu. Beberapa perusahaan juga sudah menyatakan minat untuk berinvestasi di industri gula.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Pemerintah menargetkan produksi gula 5,7 juta ton pada 2014 melalui program revitalisasi. Produksi gula dalam negri saat ini tidak sampai tiga juta ton dalam setahun.

Adig menilai pemerintah sebetulnya tidak perlu melakukan moratorium. Karena banyak lahan terlantar yang sudah tidak produktif bisa dimanfaatkan dan dijadikan kebun tebu. "Investor juga perlu kepastian tentang lahan," katanya.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Oslo, Norwegia pekan lalu mengatakan segera melakukan moratorium terhadap seluruh hutan alam dan lahan gambut untuk ekstensifikasi lahan kelapa sawit. Hal ini untuk mengurangi emisi karbon dan penyelamatan lingkungan.    

KARTIKA CANDRA

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Jika Ditugasi Impor Gula Mentah, PTPN X Siap

1 Juli 2019

Petani tebu dari berbagai daerah di Indonesia menaburkan gula import saat aksi demo didepan istana negara, 28 Agustus 2017. Petani tersebut menuntut harga gula yang merosot tajam rata-rata Rp 9.000-9.500/kg, jauh dibandingkan tahun 2016 yang rata-rata Rp 11.000-11.500/kg. TEMPO/Rizki Putra
Jika Ditugasi Impor Gula Mentah, PTPN X Siap

Impor gula mentah itu dilakukan guna memenuhi konsumsi gula kristal putih (GKP).


Cerita Pabrik Gula Milik BUMN yang Berumur Lebih dari Satu Abad

5 Juni 2017

Suasana pabrik gula Colomadu lengang pada hari biasa, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. TEMPO/Tulus Wijanarko
Cerita Pabrik Gula Milik BUMN yang Berumur Lebih dari Satu Abad

Sebanyak 74 persen pabrik gula BUMN berusia lebih dari satu abad. Sudah tidak efisien dan perlu peremajaan. Benih tebu baru juga mahal harganya.


PTPN XIII Siapkan Rp 330 Miliar untuk Revitalisasi Pabrik

25 Mei 2017

Pekerja menyortir kelapa sawit yang akan dikirim ke pabrik CPO di kawasan PTPN VIII di Cigudeg, Bogor.  dok Tempo/Arie Basuki
PTPN XIII Siapkan Rp 330 Miliar untuk Revitalisasi Pabrik

Perbaikan pabrik ini bertujuan meningkatkan utilisasi pabrik-pabrik pengolahan yang telah dibangun sejak 1980-an tersebut.


Pemerintah Tetapkan HET Gula Rp 12.500 per Kilogram  

16 Januari 2017

Seorang pedagang sedang menimbang gula pasir di Pasar Senen, Jakarta, Senin (28/12). Menjelang tutup tahun ini, harga gula pasir naik sekitar Rp 2.000 dari kisaran harga Rp 9-10 ribu beranjak menjadi Rp 11-12 ribu. TEMPO/Dinul Mubarok
Pemerintah Tetapkan HET Gula Rp 12.500 per Kilogram  

Penetapan HET dilakukan dengan sudah mempertimbangkan keuntungan yang harus didapat sektor usaha.


Revitalisasi Tiga Pabrik Gula Butuh Investasi Rp 520 Miliar  

16 Oktober 2015

Ilustrsi pabrik gula. ANTARA/Andreas Fitri Atmoko
Revitalisasi Tiga Pabrik Gula Butuh Investasi Rp 520 Miliar  

PT PG Rajawali II akan merevitalisasi tiga pabrik gula (PG) dengan kebutuhan investasi sekitar Rp 520 miliar.


RNI Bangun Pabrik Bioetanol Rp 200 Miliar  

16 Oktober 2015

Gedung Rajawali Nusantara Indonesia di kawasan Mega Kuningan, Jakarta. TEMPO/Adri Irianto
RNI Bangun Pabrik Bioetanol Rp 200 Miliar  

RNI akan menghasilkan bioetanol setara bahan bakar minyak.


Kemenperin Alihkan Anggaran Gula untuk Industri Agro

22 Agustus 2015

Sejumlah buruh mengangkut tebu hasil panen untuk dikirim ke pabrik gula saat musim giling perdana tahun ini di kelurahan Kedungkandang, Malang, Jawa Timur, Selasa (29/5). ANTARA/Ari Bowo Sucipto
Kemenperin Alihkan Anggaran Gula untuk Industri Agro

Anggaran Penyertaan Modal Negara (PMN) untuk revitalisasi pabrik gula PT Perkebunan Nusantara III dari Kementerian Perindustrian.


Investor Gula Siap Masuk Sulawesi Selatan, Ini Syaratnya

28 Juli 2015

Sejumlah buruh mengangkut tebu hasil panen untuk dikirim ke pabrik gula saat musim giling perdana tahun ini di kelurahan Kedungkandang, Malang, Jawa Timur, Selasa (29/5). ANTARA/Ari Bowo Sucipto
Investor Gula Siap Masuk Sulawesi Selatan, Ini Syaratnya

Menteri Perindustrian Saleh Husin menuturkan ketersediaan dan kesiapan lahan bakal lebih mempercepat realisasi rencana pembangunan pabrik gula kristal putih.


Revitalisasi Pabrik Gula Butuh Dana Rp 25 Triliun  

26 Maret 2015

Seorang pekerja melakukan pengecekan kereta lori pengangkut tebu di Pabrik Gula Rendeng, Kudus, Jateng, Senin (21/5). ANTARA/Andreas Fitri Atmoko
Revitalisasi Pabrik Gula Butuh Dana Rp 25 Triliun  

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyatakan kondisi
pabrik-pabrik gula di Jawa Tengah sangat memprihatinkan.


Membangkitkan Pergulaan Kita

21 Januari 2015

Membangkitkan Pergulaan Kita

Bank Dunia memperkirakan bahwa harga riil gula di pasar dunia (dolar Amerika 2010) pada 2025 akan turun dari US$ 0,37 per kilogram pada 2013 menjadi US$ 0,28 per kilogram. Dengan nilai kurs US$ 1 sama dengan Rp 12.605 saat tulisan ini disusun, harga gula per kilogram di pasar internasional pada 2025 adalah Rp 3.529. Sangat murah!