Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Aftech Dorong Perusahaan Fintech Turut Perhatikan Dampak Sosial

Reporter

Editor

Aisha Shaidra

image-gnews
Suasana pameran Indonesia Fintech Summit & Expo (IFSE) 2023 di Jakarta, Kamis, 23 November 2023. Otoritas Jasa Keuangan, Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH), Asosiasi Fintech Syariah Indonesia (AFSI), dan Asosiasi  Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) berkolaborasi untuk mendorong  dan keuangan di Indonesia.  Tempo/Tony Hartawan
Suasana pameran Indonesia Fintech Summit & Expo (IFSE) 2023 di Jakarta, Kamis, 23 November 2023. Otoritas Jasa Keuangan, Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH), Asosiasi Fintech Syariah Indonesia (AFSI), dan Asosiasi Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) berkolaborasi untuk mendorong dan keuangan di Indonesia. Tempo/Tony Hartawan
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta Director of Marketing, Communication & Community Development Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) Abynprima Rizki meminta perusahaan teknologi finansial (fintech) untuk tidak hanya berorientasi pada bisnis, tapi juga mengedepankan dampak sosial (social impact) dari kegiatan perseroan. “Kami di AFTECH semangatnya adalah selalu mengedepankan social impact. Saya yakin teman-teman di industri juga memiliki semangat yang sama,” ucap Abynprima Rizki dalam peluncuran Impact Report KoinWorks 2023 di Jakarta, Rabu, 19 Juni 2024.

Ia menyampaikan bahwa salah satu dampak sosial yang dapat diberikan oleh perusahaan fintech adalah meningkatkan literasi serta inklusi keuangan masyarakat, terutama para pelaku UMKM. Menurutnya, saat ini penting mengedepankan edukasi dan literasi serta menciptakan inovasi keuangan yang inklusif dan bertanggung jawab bagi para pelaku usaha yang merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia tersebut, dengan kontribusi mencapai 61 persen terhadap PDB nasional serta tingkat penyerapan tenaga kerja sebesar 97 persen.

“Bagaimana kita semua di industri untuk bisa memiliki fokus utama pengembangan UMKM menjadi lebih kuat, lebih berkualitas untuk ekonomi Indonesia yang lebih baik,” kata Abynprima.

Tidak hanya bagi pelaku UMKM, lanjutnya, edukasi keuangan oleh perusahaan fintech juga bisa memberikan social impact untuk membentuk konsumen agar menjadi individu yang bertanggung jawab dan cerdas dalam menggunakan produk keuangan disertai dengan perencanaan yang baik.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Pihaknya pun selalu mengimbau masyarakat untuk tidak tergiur dengan iming-iming berbagai pinjaman online ilegal yang menawarkan layanan pendanaan instan. “Lagi-lagi, edukasi tentang teknologi finansial ini penting ya, agar bagaimana menciptakan konsumen yang bertanggung jawab,” tutur Abynprima.

Selain meningkatkan literasi keuangan, ia menyatakan bahwa kepercayaan terhadap penggunaan beragam produk dan layanan fintech atau digital trust juga perlu diperkuat. Ia mengatakan bahwa hal tersebut penting karena tanpa digital trust, industri fintechtidak akan berkembang. “Penguatan kata kelola yang bertanggung jawab, kemudian juga penguatan infrastruktur termasuk security (keamanan), semuanya itu merupakan faktor upaya penting untuk meningkatkan digital trust produk fintech di masyarakat,” ujar Abynprima.

Pilihan editor: Audit BPK Temukan Indofarma Terjerat Pinjol, Berapa Potensi Kerugian yang Timbul?

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Terkini: Kemenkeu Sebut RI Butuh Investasi Rp 6.445 Triliun untuk Bangun Infrastruktur 2020-2024, 7 Konsorsium Siap Bangun Perumahan ASN di IKN

4 hari lalu

Foto udara suasana pembangunan jalan tol Bayung Lencir - Tempino (Baleno) Seksi 3 di Sebapo, Muaro Jambi, Jambi, Selasa, 2 Juli 2024. Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) menyebutkan progres pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) penghubung Jambi dengan Sumatera Selatan sepanjang 33 kilometer itu telah mencapai 85,4 persen dan ditargetkan selesai pada Agustus 2024 atau molor satu bulan dari target sebelumnya. ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan
Terkini: Kemenkeu Sebut RI Butuh Investasi Rp 6.445 Triliun untuk Bangun Infrastruktur 2020-2024, 7 Konsorsium Siap Bangun Perumahan ASN di IKN

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyebut, Indonesia butuh dana investasi senilai Rp 6.445 triliun untuk membangun infrastruktur sepanjang 2020-2024.


OJK Rancang Aturan Terbaru, Pinjol Bisa Beri Kredit Produktif hingga di Atas Rp 2 Miliar

4 hari lalu

Ilustrasi Pinjaman Online. Freepix: Rawpixel.com
OJK Rancang Aturan Terbaru, Pinjol Bisa Beri Kredit Produktif hingga di Atas Rp 2 Miliar

OJK berencana menaikkan batas pendanaan produktif lewat pinjol dengan nilai hingga di atas Rp 2 miliar.


GoTo Luncurkan Asisten Suara AI Dira, Klaim Pertama di Industri Fintech Indonesia

5 hari lalu

Dira by GoTo AI yang digunakan untuk aplikasi GoPay (GoTo)
GoTo Luncurkan Asisten Suara AI Dira, Klaim Pertama di Industri Fintech Indonesia

Fitur ini diimplementasikan melalui Dira by GoTo AI yang digunakan untuk aplikasi GoPay.


GoTo Luncurkan Dira, Asisten Suara Berbahasa Indonesia Pertama di Industri Fintech

5 hari lalu

Tampilan asisten Dira AI by GoTo di aplikasi GoPay . Dok. GoTo
GoTo Luncurkan Dira, Asisten Suara Berbahasa Indonesia Pertama di Industri Fintech

GoTo memperkenalkan "Dira by GoTo AI", asisten suara dalam Bahasa Indonesia berbasis AI yang saat ini dapat digunakan di aplikasi GoPay


Tips Perencanaan Keuangan bagi Mahasiswa

9 hari lalu

Ilustrasi mengelola keuangan. Shutterstock
Tips Perencanaan Keuangan bagi Mahasiswa

Berikut empat langkah utama yang dapat dilakukan mahasiswa untuk membuat perencanaan keuangan yang sehat dan bertanggung jawab.


OJK: Pendanaan P2P Lending untuk UMKM per Mei 2024 Capai 31,52 Persen

14 hari lalu

Logo OJK. (ANTARA/HO-OJK)
OJK: Pendanaan P2P Lending untuk UMKM per Mei 2024 Capai 31,52 Persen

Komisioner OJK Agusman mengatakan target fase pertama pendanaan dari fintech untuk sektor UMKM adalah 30 hingga 40 persen.


Industri Fintech Rentan Serangan Siber, VIDA: Perlu Mitigasi Risiko Peretasan

25 hari lalu

Ilustrasi hacker. (e-propethic.com)
Industri Fintech Rentan Serangan Siber, VIDA: Perlu Mitigasi Risiko Peretasan

VIDA mewanti-wanti serangan siber yang menjadi salah satu ancaman bagi industri fintech, termasuk fintech syariah.


BRI-MI dan PNM Gelar Literasi Keuangan untuk UMKM Perempuan

26 hari lalu

PT BRI Manajemen Investasi bersama PT Permodalan Nasional Madani menggelar program Tanggung Jawab Sosial & Lingkungan bertemakan
BRI-MI dan PNM Gelar Literasi Keuangan untuk UMKM Perempuan

Kegiatan literasi keuangan yang bertujuan meningkatkan kapasitas UMKM.


Tingkat Literasi Keuangan Perempuan Lampaui Laki-laki

28 hari lalu

Ilustrasi pasangan merencanakan keuangan. Freepik.com/tirachardz
Tingkat Literasi Keuangan Perempuan Lampaui Laki-laki

OJK melaporkan tingkat literasi keuangan kelompok perempuan untuk pertama kalinya melampaui laki-laki.


Pemicu Orang Kecanduan Judi Online Menurut Peneliti

28 hari lalu

Ilustrasi Judi Online (Tempo)
Pemicu Orang Kecanduan Judi Online Menurut Peneliti

Literasi keuangan yang belum memadai, dorongan mencari keuntungan cepat, kebutuhan hiburan yang sifatnya candu jadi penyebab maraknya judi online.